Jelang Aksi 215, PAN Kaltim Minta Massa Tak Terpancing Anarkisme

Menjelang aksi 215 yang kembali menggulirkan tuntutan hak angket terhadap Pemprov Kaltim, Ketua DPW PAN Kaltim Erwin Izharuddin mengingatkan massa aksi agar tetap berhati-hati terhadap potensi provokasi dan penyusup yang diduga menunggangi gerakan masyarakat demi kepentingan tertentu.
Fajri
By
1k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Ketua DPW Partai Amanat Nasional Kalimantan Timur, Erwin Izharuddin, mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dalam menyampaikan aspirasi di tengah gelombang aksi demonstrasi yang belakangan terjadi di Kalimantan Timur.

Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat telah menggelar dua kali demonstrasi yang dikenal sebagai aksi 214 jilid I dan II dengan tuntutan penggunaan hak angket oleh DPRD terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Aksi tersebut direncanakan kembali berlanjut pada 21 Mei 2026 mendatang atau dikenal sebagai aksi 215 jilid III. Pada aksi berikutnya, massa disebut akan mendorong langkah hukum terhadap pihak eksekutif dengan fokus aksi di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kaltim.

Erwin menilai demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi dan dijamin oleh undang-undang sebagai ruang masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

“Dalam pemerintahan tentu ada masyarakat yang pro maupun kontra. Dan itu diperbolehkan dalam undang-undang untuk menyampaikan pendapat melalui demonstrasi,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, ia mengingatkan agar peserta aksi tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak terprovokasi melakukan tindakan anarkis.

Menurutnya, aksi yang berujung ricuh justru akan merugikan masyarakat yang terlibat langsung dalam demonstrasi.

Erwin juga mewanti-wanti adanya kemungkinan pihak tertentu yang mencoba menunggangi gerakan massa demi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia menilai gerakan masyarakat harus dijaga agar tidak dimanfaatkan oleh oknum penyusup yang memiliki agenda lain di luar tuntutan aksi.

“Karena itu, masyarakat harus benar-benar berhati-hati terhadap oknum-oknum yang memiliki kepentingan pribadi di balik gerakan tersebut,” tegasnya.

Menurut Erwin, ketika kepentingan pihak tertentu telah tercapai, para penyusup tersebut berpotensi meninggalkan massa aksi, sementara masyarakat yang berada di lapangan justru menjadi pihak yang menanggung dampaknya.

“Jangan sampai masyarakat yang turun aksi justru menjadi korban,” jelasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana