Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Rencana penambahan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk proyek Terowongan Samarinda dipastikan belum direalisasikan. Kondisi fiskal Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang tengah mengalami tekanan, membuat usulan tambahan anggaran tersebut sementara ditiadakan dan masih sebatas perencanaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Hendra Kusuma menjelaskan, usulan anggaran tambahan itu belum masuk tahap pelaksanaan karena pemerintah harus memprioritaskan program yang dianggap lebih mendesak.
“Untuk realisasinya belum ada. Anggaran kita juga terbatas, jadi fokus pada kegiatan yang menjadi prioritas,” ujar Hendra.
Ia mengatakan, sebagian besar kegiatan pembangunan pada tahun ini bahkan lebih banyak ditopang melalui bantuan keuangan (Bankeu).
Hendra menambahkan, tambahan anggaran Rp90 miliar tersebut sebelumnya dihitung untuk kebutuhan perkuatan tebing dan struktur di sekitar terowongan.
“Tempo hari sudah dijelaskan, itu untuk perkuatan tebing,” katanya.
Sebagai informasi, proyek terowongan Samarinda telah menelan anggaran sekitar Rp432,3 miliar yang bersumber dari APBD Kota Samarinda periode 2022 hingga 2025.
Nilai tersebut termasuk tambahan sekitar Rp36,3 miliar untuk penanganan longsor yang terjadi pada Mei 2025 lalu. Penanganan longsor itu berdampak pada perubahan panjang terowongan yang semula dirancang sepanjang 400 meter menjadi total 526 meter. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari