Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMKT) menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (21/5/2026).
Di bawah terik matahari, massa aksi secara bergantian menyampaikan tuntutan mereka. Salah satu tuntutan utama yang disuarakan ialah meminta Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mundur dari jabatannya.
Humas APMKT, Lukman, mengatakan desakan tersebut muncul karena massa menilai kepemimpinan Rudy Mas’ud belum menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur.
“Kami meminta gubernur mundur secepat-cepatnya. Kalau beliau masih punya rasa malu, moral, dan etika, seharusnya beliau sadar bahwa saat ini nama Kaltim menjadi sorotan di mana-mana,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Menurut Lukman, kekecewaan masyarakat dipicu oleh berbagai persoalan, mulai dari dugaan nepotisme hingga kondisi ekonomi yang dinilai belum membaik.
Ia menyebut APMKT sebelumnya telah menemukan sejumlah dugaan yang berkaitan dengan praktik nepotisme di lingkungan pemerintahan. Karena itu, pihaknya menantang Pemerintah Provinsi Kaltim untuk membuka data secara transparan kepada publik.
“Kami siap adu data dan adu fakta. Jangan sampai masyarakat terus disuguhi janji tanpa realisasi,” katanya.
Lukman juga menyoroti besarnya APBD Kalimantan Timur yang mencapai puluhan triliun rupiah. Namun, menurutnya, masyarakat belum merasakan hasil pembangunan secara signifikan selama masa kepemimpinan Rudy Mas’ud.
“Pertanyaannya, hasil kerjanya apa? Bangunan apa yang sudah dibangun? Jalan mana yang sudah dikerjakan? Janji-janji semuanya hanya tinggal janji,” tegasnya.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin sulit di tengah maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor.
Menurut Lukman, kondisi tersebut ironis mengingat Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah penghasil energi terbesar di Indonesia.
“Padahal Kaltim daerah kaya. Namun di sisi lain, PHK besar-besaran terjadi di mana-mana,” ujarnya.
Ia juga menyinggung persoalan distribusi bahan bakar minyak yang beberapa waktu terakhir sempat memicu keluhan masyarakat di sejumlah daerah.
“Kaltim penghasil energi terbesar, tapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan BBM dan solar. Ini ironi,” katanya.
Dalam orasinya, massa juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang dinilai tidak berjalan sesuai janji kampanye.
“Sudah ada Gratispol, bohong. Semua janji-janjinya bohong. Jadi sangat tidak pantas gubernur ini memimpin. Sebaiknya beliau lengser,” jelasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id