DPRD Samarinda Soroti Anggaran Rp1,1 Miliar untuk Perbaikan Pasca Kebakaran Pasar Segiri

Dalam waktu dekat, DPRD Samarinda akan menjadwalkan kunjungan lapangan untuk memastikan penggunaan dana tanggap darurat sesuai dengan kebutuhan para pedagang yang terdampak kebakaran.
Suci
By
2.2k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti anggaran senilai Rp1,1 miliar yang digelontorkan Pemerintah Kota Samarinda untuk penanganan pasca kebakaran di kawasan Pasar Segiri. DPRD mempertanyakan nilai anggaran tersebut sebanding dengan bentuk bangunan yang dibangun pemerintah kota.

Deni mengatakan, pihaknya masih belum dapat memberikan penilaian secara menyeluruh lantaran Komisi III belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan.

“Sebenarnya yang menjadi perhatian kami apakah anggaran sebesar Rp1,1 miliar untuk pembangunan dengan model bangunan seperti itu memang layak atau worth it?,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DPRD Samarinda dalam waktu dekat akan menjadwalkan kunjungan lapangan guna memastikan penggunaan dana tanggap darurat tersebut benar-benar sesuai kebutuhan para pedagang terdampak kebakaran.

“Kami ingin memastikan bentuk bangunannya seperti apa, apakah sesuai dengan kebutuhan, serta bagaimana fungsi utamanya bagi para pedagang yang terdampak kebakaran agar mereka bisa kembali beroperasi,” katanya.

Menurut Deni, penanganan yang dilakukan pemerintah kota saat ini memang menjadi solusi jangka pendek untuk mengakomodasi aktivitas para pedagang. Namun, ia menilai pemerintah juga harus memiliki konsep penataan jangka panjang yang jelas dan berkelanjutan.

“Tentunya yang dilakukan saat ini merupakan solusi jangka pendek. Tetapi pemerintah kota juga harus memiliki konsep penataan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, dari gambar yang beredar bangunan tersebut tampak menggunakan material seperti rangka baja ringan atau sejenisnya. Meski begitu, DPRD belum dapat menyimpulkan apakah nilai anggaran yang digunakan sudah sesuai sebelum melihat langsung kondisi di lapangan.

“Secara umum, kalau melihat sekilas dari gambar yang beredar, bangunannya menggunakan material seperti rangka baja ringan atau sejenisnya. Namun kami belum bisa memberikan penilaian final sebelum melihat langsung kondisi di lapangan,” jelasnya.

Meski memberikan sorotan terhadap penggunaan anggaran, Deni tetap mengapresiasi langkah cepat pemerintah kota dalam menyediakan tempat sementara bagi para pedagang agar dapat kembali berjualan.

“Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah kota yang berupaya menghadirkan tempat sementara yang layak bagi pedagang. Namun kami berharap penataan ini tidak berhenti sampai di situ saja. Harus ada konsep jangka panjang yang jelas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/dprdsamarinda/zul/uci)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana