Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Samarinda dijadwalkan buka pada 2 Juni 2026 mendatang. Untuk mengantisipasi gangguan maupun potensi pelanggaran selama proses penerimaan berlangsung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menyiapkan tim penerima aduan dan satuan tugas (Satgas) pengawasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan pihaknya menargetkan aplikasi SPMB sudah dapat diakses masyarakat paling lambat 1 Juni 2026. Hal itu dilakukan agar masyarakat memiliki waktu untuk mempersiapkan proses pendaftaran sebelum dibuka secara resmi sehari setelahnya.
“Kami berharap aplikasi SPMB sudah dapat diakses masyarakat paling lambat 1 Juni 2026, mengingat proses pendaftaran dijadwalkan dimulai pada 2 Juni,” ungkap Ibnu Araby.
Selain memastikan kesiapan sistem, disdikbud juga mengimbau masyarakat agar disiplin memantau jadwal pendaftaran, memahami aturan rayonisasi, serta mengikuti seluruh alur yang telah ditetapkan dalam proses penerimaan siswa baru.
Dugaan Pelanggaran SPMB Dapat Dilaporkan Melalui Satgas
Ibnu menjelaskan, mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran selama pelaksanaan SPMB juga telah dipersiapkan. Laporan masyarakat nantinya akan diterima dan ditindaklanjuti oleh satgas, yang dibentuk khusus untuk mengawasi jalannya penerimaan murid baru.
“Jika masyarakat menemukan dugaan pelanggaran, laporan dapat disampaikan kepada satgas. Nantinya satgas akan menindaklanjuti langsung ke lapangan. Bentuk pelanggaran yang ditemukan akan menjadi dasar penentuan sanksi atau punishment,” tegas Ibnu Araby.
Dia menambahkan, satgas tidak hanya dibentuk di tingkat kota, tetapi juga akan tersedia di masing-masing sekolah. Kehadiran tim tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan jika ditemukan persoalan ataupun kendala selama proses pendaftaran berlangsung.
Selain pengawasan, Disdikbud Samarinda juga menyiapkan help desk di sekolah-sekolah guna membantu orang tua siswa yang masih mengalami kesulitan menggunakan sistem pendaftaran daring.
“Bagi orang tua yang masih gaptek, sekolah akan menyediakan help desk untuk membantu proses pendaftaran,” ujarnya.
Terkait kesiapan pelaksanaan SPMB tahun ini, Ibnu memastikan seluruh tahapan telah dipersiapkan dengan matang. Saat ini aplikasi pendaftaran hanya tinggal menunggu tahap aktivasi penuh setelah sebelumnya menjalani proses maintenance dan uji coba sistem.
“Sempat muncul banyak pertanyaan dari masyarakat terkait belum dapat diaksesnya aplikasi SPMB. Namun, menurutnya hal tersebut merupakan bagian dari proses pemeliharaan sistem agar nantinya dapat berjalan optimal saat digunakan masyarakat secara bersamaan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari