
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – DPRD Samarinda menilai kinerja Perumda Varian Niaga masih belum menunjukkan hasil signifikan dibandingkan besarnya penyertaan modal yang telah digelontorkan pemerintah daerah. Hal itu menjadi salah satu alasan DPRD menolak rancangan peraturan daerah (Raperda) terkait perusahaan daerah tersebut beberapa waktu lalu.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan kontribusi Perumda Varian Niaga terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan modal yang sudah diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Menurutnya, hingga saat ini kontribusi perusahaan daerah tersebut baru berada di kisaran Rp500 juta. Sedangkan total penyertaan modal yang telah dikucurkan mencapai Rp10 miliar.
“Kalau Rp10 miliar itu hanya disimpan dalam bentuk deposito dengan bunga lima persen saja, hasilnya juga bisa sekitar Rp500 juta. Jadi belum terlihat hasil usaha yang maksimal,” ujar Iswandi.
Ia menilai Perumda Varian Niaga perlu melakukan pembenahan strategi bisnis agar tidak kembali mengulangi pola usaha yang dianggap kurang efektif pada masa sebelumnya. Iswandi menjelaskan, perusahaan daerah seharusnya lebih fokus mengembangkan sektor usaha yang benar-benar dikuasai dan memiliki potensi keuntungan jelas bagi daerah.
“Jangan terlalu banyak membuka usaha di luar kemampuan. Fokus saja pada bidang usaha yang memang dikuasai supaya hasilnya lebih maksimal,” tegasnya.
Politikus tersebut juga menyoroti pentingnya profesionalisme pengelolaan perusahaan daerah agar penyertaan modal pemerintah benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan PAD dan pertumbuhan ekonomi lokal.
DPRD Samarinda, lanjutnya, akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap perkembangan Perumda Varian Niaga. Termasuk menilai efektivitas penggunaan modal daerah yang telah diberikan.
“Kami berharap perusahaan daerah tersebut mampu menunjukkan kinerja lebih konkret dan tidak hanya bergantung pada keuntungan non-operasional semata,” pungkasnya. (adv/dprdsamarinda/zul/uci)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi