
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda membuka secara detail penggunaan anggaran pendidikan yang nilainya mencapai lebih dari Rp1,1 triliun pada 2025.
Menurut Anhar, pihaknya membutuhkan rincian lengkap agar seluruh penggunaan anggaran dapat diawasi secara transparan, termasuk belanja fisik maupun nonfisik.
“Tahun 2025 total anggaran pendidikan sekitar Rp1,1 triliun lebih. Belanja fisik Rp317 miliar dan nonfisik Rp829 miliar. Nah, kami ingin tahu rinci penggunaannya ke mana saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, DPRD Samarinda meminta seluruh distribusi anggaran dipaparkan secara detail. Mulai dari belanja pegawai, pembangunan sarana-prasarana, hingga peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
Anhar menilai langkah itu penting agar tidak ada lagi anggapan DPRD tidak memahami penggunaan anggaran daerah. Menurutnya, seluruh anggota dewan harus mengetahui alasan di balik setiap program maupun pembangunan sekolah.
“Kami tidak mau lagi ada alasan dewan tidak tahu. Kalau ada pembangunan atau pengadaan di sekolah, DPRD harus tahu kenapa itu dilakukan,” katanya.
Ia mencontohkan adanya perbedaan pengalokasian anggaran di sejumlah sekolah, seperti SD 31 Palaran yang mendapat anggaran Rp3,7 miliar. Sementara sekolah lain di wilayah rawan banjir belum memperoleh bantuan serupa.
“Makanya kami minta dijelaskan dasar pengalokasiannya apa. Karena beberapa sekolah sama-sama berada di daerah rawan banjir,” ucapnya.
Selain itu, Anhar mengingatkan kondisi fiskal daerah saat ini sedang tertekan akibat efisiensi anggaran dan pemotongan transfer ke daerah (TKD). Karena itu, menurutnya, pemerintah harus lebih cermat menentukan prioritas anggaran pendidikan. (Adv/dprdsamarinda/zul/uci)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi