Gerindra Bantah Seno Aji Jadi Dalang Demo Gubernur: Jangan Asal Goreng Opini

Isu yang menyeret nama Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji sebagai dalang aksi demonstrasi terhadap Gubernur Rudy Mas’ud memicu kegaduhan politik di Kalimantan Timur. Fraksi Gerindra DPRD Kaltim pun angkat bicara.
Fajri
By
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Fraksi Gerindra DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) membantah isu yang menyeret nama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, sebagai dalang di balik aksi demonstrasi yang belakangan mengkritik Gubernur Rudy Mas’ud.

Fraksi Gerindra meminta masyarakat tidak mudah terpancing opini yang berpotensi memperkeruh situasi politik di daerah.

Isu tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial melalui narasi yang menyebut adanya pertemuan rahasia antara koordinator lapangan aksi dengan Seno Aji.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menegaskan pihaknya tetap fokus pada proses politik yang saat ini sedang berjalan, khususnya terkait hak angket DPRD Kaltim.

“Sebagaimana yang telah dijadwalkan oleh pimpinan DPRD, pada 10 Juni mendatang akan dilaksanakan agenda pembentukan pansus hak angket,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, beberapa hari lalu.

Di tengah isu yang berkembang, Reza menegaskan Fraksi Gerindra tetap bersikap profesional dan objektif agar proses hak angket berjalan sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Kaltim.

“Terlepas dari berbagai isu yang berkembang di masyarakat, hingga saat ini gubernur dan wakil gubernur tetap berjalan bersama dalam membangun Kalimantan Timur,” katanya.

Ia juga berharap tidak ada lagi opini-opini yang justru memperkeruh suasana politik di daerah. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah menjaga situasi Kaltim tetap kondusif, aman, dan stabil.

“Selama ini kami tidak pernah melihat adanya persoalan kubu-kubuan,” tegasnya.

Reza menilai penyampaian aspirasi oleh masyarakat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, seluruh pihak diminta menyikapi dinamika tersebut secara bijak agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.

Menurutnya, seluruh tahapan terkait hak angket juga sudah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Kaltim.

“Apabila situasi terus gaduh, tentu semua pihak akan dirugikan. Karena itu, lebih baik kita melakukan introspeksi dan tabayun agar pemerintahan di Kalimantan Timur ke depan dapat berjalan lebih baik,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana