
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – DPRD Samarinda menilai sektor perparkiran masih menjadi salah satu sumber kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) yang perlu segera dibenahi secara menyeluruh.
Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan pemerintah kota saat ini tengah merancang sistem parkir berbasis digital untuk meminimalkan praktik parkir liar dan kebocoran retribusi di lapangan.
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan potensi pendapatan parkir di Samarinda sebenarnya jauh lebih besar dibanding angka yang masuk ke kas daerah saat ini.
“Kalau sektor parkir ini benar-benar dibenahi, potensi PAD kita bisa meningkat sangat signifikan,” ujar Celni.
Ia mengungkapkan, salah satu persoalan utama selama ini ialah masih maraknya sistem pembayaran manual yang sulit diawasi secara maksimal.
Karena itu, DPRD mendukung langkah pemerintah kota yang tengah berkoordinasi dengan sejumlah bank nasional, untuk menerapkan sistem pembayaran elektronik di area parkir.
Selain meningkatkan transparansi, sistem tersebut juga diyakini dapat menekan keberadaan juru parkir liar yang selama ini dinilai menjadi salah satu penyebab kebocoran pendapatan.
“Tujuan utamanya supaya pendapatan daerah bisa masuk secara maksimal dan tidak hilang di lapangan,” katanya.
Celni menambahkan, DPRD juga mendorong adanya pengawasan ketat dan regulasi yang jelas sebelum sistem baru diterapkan secara penuh di Samarinda. (Adv/dprdsamarinda/zul)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari