Kaltim.akurasi.id, Bontang – Komisi B DPRD Bontang menyoroti capaian retribusi daerah yang masih jauh dari target pada pertengahan tahun anggaran 2026. Dari target retribusi sebesar Rp128 miliar, realisasi sementara baru mencapai sekitar Rp46 miliar atau 34 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi B DPRD Bontang yang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil pendapatan agar meningkatkan kinerja dalam mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan pihaknya melakukan rapat kerja bersama OPD terkait untuk mengevaluasi perkembangan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak dan retribusi.
“Untuk retribusi daerah target murni kita Rp128 miliar. Tetapi sampai sekarang realisasinya baru sekitar Rp46 miliar. Ini menjadi perhatian bersama karena capaian masih sekitar 34 persen,” ujar Rustam.
Secara keseluruhan, PAD Kota Bontang tahun 2026 ditargetkan mencapai Rp371 miliar. Menurut Rustam, pencapaian target tersebut membutuhkan langkah strategis dari pemerintah daerah, terutama dalam mengoptimalkan sektor-sektor pendapatan yang telah tersedia.
Ia menilai OPD memiliki peran penting dalam memastikan potensi pendapatan dapat tergarap maksimal. Apalagi tahun anggaran 2026 telah memasuki pertengahan tahun, sehingga diperlukan evaluasi untuk melihat capaian masing-masing sektor.
“Kita akan hitung semua capaian dari 16 OPD, termasuk kecamatan. Kalau ada perubahan atau kendala, harus segera dipersiapkan karena pembahasan anggaran membutuhkan prognosis,” jelasnya.
Selain mengevaluasi realisasi retribusi, Komisi B juga meminta OPD menyiapkan perhitungan capaian pendapatan sebagai bahan penyusunan kebijakan ke depan. Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk melihat apakah target yang ditetapkan masih realistis untuk dicapai.
Rustam menyebut kondisi ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan daerah. Aktivitas masyarakat dan dunia usaha turut menentukan besaran pajak maupun retribusi yang masuk ke kas daerah.
Meski demikian, ia optimistis peluang peningkatan PAD masih terbuka. Salah satunya melalui optimalisasi potensi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), termasuk kawasan PT Badak NGL yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah.
“Kita harus sama-sama bergerak. Pemerintah dan masyarakat perlu berkolaborasi agar target PAD yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” pungkasnya. (adv/dprdbontang/cha/uci)
Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi