Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) memberikan tekanan fiskal yang cukup signifikan bagi Pemprov Kaltim. Salah satunya berdampak pula pada insentif tenaga pendidik sekolah swasta yang ada di Tanah Benua Etam, sapaan Kaltim.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Baba mengungkapkan, bahwa insentif untuk guru tersebut terancam terpotong. Apabila biasanya guru swasta mendapat insentif senilai Rp1 juta, maka tahun depan akan mengalami turunan yang sangat signifikan.
“Kalau tidak salah, sebelumnya besarannya (insentif) sekitar Rp1 juta. Untuk tahun depan, kemungkinan besar guru swasta akan menerima insentif sebesar Rp200 ribu terlebih dahulu,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Gedung D Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, Samarinda.
Sementara itu, Baba membeberkan, selama ini terdapat sekitar 2.700 orang guru swasta yang menerima dana tersebut.
Meski begitu, ia menegaskan, bahwa skema ini masih akan dievaluasi. Sasaran insentif bisa saja dinaikkan menjadi Rp400 ribu, namun ada pertimbangan akan berdampak kepada jumlah penerima.
“Ada sejumlah skema yang dapat diterapkan. Kemungkinan nanti akan dibuat kriteria, misalnya guru yang telah mengabdi minimal lima tahun mendapat prioritas. Sementara yang masa pengabdiannya di bawah lima tahun, kemungkinan belum bisa menerima bantuan tersebut,” tambahnya.
Politisi PDIP ini menyebut, bahwa hal ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Komisi IV. Menurutnya, akan banya aspirasi yang berdatangan berkaitan hal ini.
Namun, Baba menyebut, bahwa keputusan ini akhirnya merupakan kebijakan Gubernur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.
“Saat ini skema tersebut masih dievaluasi oleh BPKAD, sekretaris daerah, dan dinas pendidikan untuk penyusunan anggaran tahun 2027,” pungkasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari