Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Penerbangan perintis menuju Datah Dawai, Kabupaten Mahakam Ulu, dan Melalan, Kutai Barat, ditangguhkan hingga Kamis (10/9/2026). Gangguan tersebut terjadi karena jarak pandang di bawah batas minimum (visibility below minima) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan kondisi tersebut berdampak pada penerbangan rute Samarinda–Datah Dawai pulang-pergi serta Datah Dawai–Melalan pulang-pergi.
“Penerbangan perintis untuk rute AAP-DTD PP dan DTD-MLK PP saat ini sedang terjadi pembatalan karena visibility below minimum di Datah Dawai,” kata Kadek.
Penerbangan perintis menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat di wilayah pedalaman untuk terhubung dengan daerah lain. Karena itu, gangguan operasional akibat rendahnya jarak pandang menjadi perhatian, terutama karena aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keberangkatan pesawat.
Meski demikian, tidak seluruh rute penerbangan perintis masih mengalami gangguan. Rute Samarinda–Long Ampung pulang-pergi yang sebelumnya sempat terdampak kondisi serupa kini mulai membaik.
Kadek mengatakan penerbangan pada rute tersebut sudah mulai kembali dilakukan. Maskapai juga mulai menjalankan penerbangan pengganti untuk jadwal yang sebelumnya terdampak pembatalan.
“Rute Samarinda-Long Ampung sebelumnya sempat terjadi pembatalan serupa dan saat ini sudah mulai membaik sehingga sudah mulai dilakukan penggantian flight dari pembatalan tersebut,” jelasnya.
Penerbangan Samarinda–Jakarta Juga Terdampak
Di sisi lain, penerbangan komersial dari Samarinda menuju Jakarta juga mengalami gangguan. Empat penerbangan pulang-pergi pada rute A.P.T. Pranoto–Soekarno-Hatta (AAP–CGK) dibatalkan menyusul penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik dari aktivitas Gunung Krakatau.
Empat penerbangan tersebut berasal dari Garuda Indonesia, Batik Air, dan Citilink. Dengan pembatalan itu, untuk sementara tidak tersedia penerbangan langsung Samarinda–Jakarta maupun Jakarta–Samarinda.
Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan di Bandara A.P.T. Pranoto menghadapi gangguan pada sejumlah rute, baik penerbangan perintis maupun penerbangan komersial. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id