Kereta Api di Kaltim Makin Serius, Rudy Mas’ud Perintahkan Dishub Gaet Investor

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mengebut persiapan pembangunan jaringan kereta api. Selain menyusun kajian kelayakan, Dishub Kaltim juga diminta mencari investor yang siap mendanai proyek transportasi strategis tersebut.
Fajri
By
1 View

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim untuk mulai mencari calon investor sekaligus menyusun kajian pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Timur.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perhubungan menyiapkan proyek pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan.

Rudy mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyambut baik rencana tersebut dan siap mendukung apabila proyek benar-benar direalisasikan.

“Kami sudah memberikan instruksi kepada Dinas Perhubungan untuk melaksanakan kajian bersama calon investor yang akan melaksanakan pembangunan kereta api,” ujar Rudy.

Menurutnya, kajian tersebut menjadi langkah awal untuk mengukur kelayakan proyek sekaligus menarik minat investor dalam pengembangan transportasi berbasis rel di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kalimantan Timur, Tiopan Gultom, menilai langkah Pemprov Kaltim mengkaji pembangunan jaringan kereta api merupakan kebijakan yang tepat.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Kalimantan Timur membuat pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia.

“Bentang alam Kaltim yang dipenuhi sungai dan memiliki kontur lahan yang beragam menuntut pembangunan banyak jembatan serta pekerjaan perkuatan tanah yang tidak sederhana,” katanya.

Menurut Tiopan, kondisi tersebut menyebabkan biaya pembangunan maupun pemeliharaan jalan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Di sisi lain, transportasi sungai juga dinilai belum mampu menjadi solusi utama distribusi logistik karena operasionalnya sangat dipengaruhi kondisi pasang surut air. Akibatnya, proses pengiriman barang tidak selalu berlangsung efisien dan tepat waktu.

Karena itu, Tiopan berpandangan moda kereta api layak dijadikan tulang punggung angkutan logistik di Kalimantan Timur. Selain mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar, kereta api juga dinilai dapat mengurangi beban kendaraan bertonase berat di jalan raya sehingga usia infrastruktur jalan menjadi lebih panjang dan biaya perawatan dapat ditekan.

Meski demikian, dosen Universitas Mulawarman tersebut mengingatkan agar proyek kereta api tidak sejak awal berorientasi pada layanan penumpang.

Menurutnya, tingkat permintaan perjalanan antarkota di Kalimantan Timur masih belum cukup tinggi untuk menopang operasional kereta penumpang secara berkelanjutan, termasuk pada koridor Samarinda–Balikpapan–IKN yang selama ini dianggap memiliki potensi terbesar.

Sebaliknya, ia menilai angkutan barang memiliki prospek yang jauh lebih menjanjikan. Komoditas unggulan seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan karet diperkirakan dapat menjadi muatan utama yang menjamin keberlanjutan operasional kereta api.

Oleh karena itu, Tiopan menyarankan agar kajian yang tengah disusun Dishub Kaltim bersama calon investor mengedepankan konsep end-to-end, yakni membangun jalur yang menghubungkan langsung kawasan produksi dengan pelabuhan.

“Dengan pola tersebut, proses distribusi komoditas akan lebih efisien, mulai dari lokasi produksi hingga menuju pelabuhan ekspor,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana