Sungai Mahakam Surut, Warga Mahulu Terancam Krisis Logistik: Pemprov Kaltim Kirim Beras hingga LPG

Surutnya Sungai Mahakam mulai menghambat distribusi kebutuhan pokok ke pedalaman Mahakam Ulu, terutama Long Apari dan Long Pahangai. Pemprov Kaltim merespons dengan menyiapkan ribuan paket beras, ratusan tabung LPG, serta minyak dan gula untuk menjaga pasokan warga.
Fajri
By

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan bantuan kebutuhan pokok dan energi bagi masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang terdampak kekeringan. Surutnya debit Sungai Mahakam membuat akses transportasi air dan distribusi logistik menuju sejumlah wilayah pedalaman semakin terkendala.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, Pemprov Kaltim akan menyalurkan bantuan bersama pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Mahulu, khususnya warga di wilayah yang terdampak langsung.

“Kita akan melaksanakan pemberian bantuan kepada saudara-saudara kita yang berada di Mahakam Ulu. Jumlahnya cukup banyak dan nanti akan kita laksanakan bersama-sama,” kata Rudy usai memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di GOR Sempaja, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, bantuan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sosial masyarakat, tetapi juga menjaga ketersediaan bahan pokok dan energi di tengah terganggunya distribusi akibat kondisi sungai.

“Khususnya berkaitan dengan distribusi, terutama kebutuhan pokok bagi saudara-saudara kita yang saat ini terisolir akibat surutnya Sungai Mahakam, khususnya masyarakat di pedalaman Mahakam,” ujarnya.

Bantuan akan didistribusikan dari Samarinda menuju Ujoh Bilang. Selanjutnya, bantuan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Mahulu untuk diteruskan ke Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai.

Adapun bantuan yang disiapkan meliputi beras premium Kita kemasan 5 kilogram sebanyak 330 sak, Minyakita 2 liter sebanyak 600 botol, gula Rose Brand 1 kilogram sebanyak 1.200 paket, gas LPG 3 kilogram sebanyak 720 tabung, serta Bright Gas 12 kilogram sebanyak 200 tabung.

Selain itu, Pemprov Kaltim menyalurkan cadangan pangan pemerintah berupa beras kemasan 5 kilogram sebanyak 12.400 paket.

Bantuan tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan pasokan, mengendalikan harga kebutuhan pokok akibat kendala distribusi, serta membantu masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan.

Sungai Surut, Distribusi Logistik Terkendala

Long Apari dan Long Pahangai menjadi sasaran utama bantuan karena kedua wilayah tersebut berada di pedalaman Mahulu dan sangat bergantung pada jalur sungai untuk mobilitas masyarakat maupun distribusi kebutuhan sehari-hari.

Surutnya Sungai Mahakam membuat jalur transportasi air semakin sulit dilalui. Pada Juli 2026, debit sungai di Kecamatan Long Apari dilaporkan menyusut hingga sejumlah bebatuan di kawasan riam yang sebelumnya tertutup air mulai terlihat.

Kondisi tersebut membuat jalur pelayaran semakin sempit sehingga pengemudi perahu harus lebih berhati-hati.

Persoalan akses akibat kondisi sungai bukan kali pertama terjadi. Catatan BNPB pada 2025 menunjukkan musim kemarau juga pernah membuat Sungai Mahakam sulit dilalui kendaraan air. Saat itu, Long Apari dan Long Pahangai tercatat terdampak dengan 3.428 kepala keluarga atau sekitar 10.154 jiwa.

Kondisi geografis tersebut membuat distribusi pangan ke wilayah pedalaman Mahulu menjadi tantangan yang berulang. Pada Februari 2026, Pemprov Kaltim juga melakukan koordinasi untuk mengatasi hambatan distribusi bahan pokok ke wilayah perbatasan Mahulu.

Gubernur Minta Akses Segera Dibuka

Selain menyiapkan bantuan, Rudy mengatakan telah memerintahkan jajaran terkait untuk mengambil langkah membuka akses menuju wilayah yang terdampak.

“Saya sudah memerintahkan seluruh jajaran terkait, khususnya pihak yang menangani infrastruktur dan akses wilayah, untuk segera membuka akses jalan agar saudara-saudara kita di sana tetap dapat memperoleh kebutuhan bahan pokok, bahan bakar, dan energi, khususnya gas tabung,” tegasnya.

Langkah tersebut menjadi penting karena akses darat menuju sejumlah wilayah Mahulu juga masih dalam proses pembangunan. Pemprov Kaltim sebelumnya menargetkan penyelesaian ruas Tering-Ujoh Bilang sepanjang sekitar 136 kilometer secara bertahap hingga 2027.

Ruas tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas darat menuju Mahulu sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jalur sungai.

Rudy berharap penanganan dampak kekeringan dan persoalan distribusi logistik di Mahulu dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait.

“Sekali lagi, kami mohon dukungan dari seluruh teman-teman dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas serta membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana