Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memasuki hari ketiga, Jumat (21/8/2026). Tim gabungan masih berjibaku memadamkan bara api dan titik asap yang muncul di sejumlah bagian lokasi.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 10,65 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila mengatakan, penanganan hari ketiga difokuskan pada tumpukan kayu yang masih menyimpan bara serta sejumlah titik asap.
“Penanganan hari ke-3 masih difokuskan pada pemadaman bara-bara api pada tumpukan kayu yang masih terbakar dan titik-titik asap yang masih terpantau di beberapa titik di lokasi karhutla,” kata Nurlaila dalam laporan Pusdalops BPBD PPU, Jumat (21/8/2026).
Material yang terbakar berupa lahan mineral yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Di lokasi juga terdapat tumpukan kayu berukuran besar yang masih menyimpan bara.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara intensif untuk memastikan bara tidak kembali menyala dan memicu kebakaran baru.
Gunakan Tiga Mesin Portable dan Backhoe
Pemadaman dilakukan menggunakan tiga mesin portable dengan tujuh mata semprot yang dioperasikan BPBD PPU, KPHP Bongan, serta Brigade Karlabun Dinas Pertanian.
Tim gabungan juga mengerahkan backhoe loader milik PT Balikpapan Forest Industries (BFI) untuk membuka akses menuju lokasi dan mengurai tumpukan kayu yang terbakar.
Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat menjangkau sumber bara dan melakukan penyiraman secara lebih efektif.
“Pemadaman dan pendinginan dilakukan dengan cara penyemprotan menggunakan tiga mesin portable dengan tujuh mata semprot dari BPBD, KPHP Bongan dan Brigade Karlabun Dinas Pertanian,” lanjut Nurlaila.
Karhutla di Sepan pertama kali dilaporkan pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 13.23 WITA. Berdasarkan laporan awal, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 13.15 WITA.
Lokasi kebakaran berada di RT 03 Kelurahan Sepan dengan titik koordinat 1,1839 Lintang Selatan dan 116,6369 Bujur Timur.
Lahan yang terbakar disebut merupakan eks lahan PT GSA dengan pemilik yang tercantum dalam laporan, Ayong Antony. Sementara penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian.
Penanganan karhutla melibatkan BPBD PPU, KPHP Bongan, Brigade Karlabun Dinas Pertanian, PT BFI, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
Sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya mobil operasional dan mesin portable BPBD PPU, mobil slip-on dan mesin portable Brigade Karlabun, serta mobil operasional dan mesin portable KPHP Bongan.
Hingga Jumat (21/8/2026) pukul 10.00 WITA, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar padam sekaligus mencegah api kembali menyala dan meluas ke area lain. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id