Atasi Banjir, Pemkot Samarinda Bangun Sodetan di Simpang Jalan Gunung Ciremai

Pemkot Samarinda bangun sodetan di simpang Jalan Gunung Ciremai sebagai upaya pengendalian banjir di kawasan tersebut. Nanti sodetan juga akan dibuat di kawasan Loa Janan Ilir dan Perumahan Bengkuring.
Devi Nila Sari
2K Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membangun sodetan di kawasan simpang Jalan Gunung Ciremai. Sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan banjir, yang selama bertahun-tahun menggenangi kawasan Jalan Pasundan hingga sekitar Rumah Sakit Dirgahayu.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan pembangunan sodetan Jalan Ciremai menjadi salah satu solusi yang disiapkan Pemkot Samarinda untuk mengurangi genangan di kawasan tersebut. Nantinya, sodetan akan menjadi jalur pembuangan air secara langsung menuju Sungai Mahakam.

“Ini adalah jawaban kami selama puluhan tahun, sebagai solusi atas banjir yang sering terjadi di sekitar Pasundan, termasuk kawasan Rumah Sakit Dirgahayu, bahkan sampai ke Merbabu,” ujar Andi Harun.

Menurutnya, pembangunan sodetan diharapkan dapat mengurangi beban sistem drainase yang selama ini menangani aliran air di kawasan rawan genangan tersebut.

Andi Harun menyebut, pekerjaan fisik proyek tersebut sudah mulai dikerjakan, setelah tahapan persiapan lapangan dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Pembangunan ditargetkan dapat rampung pada Desember 2026.

Ia menegaskan, pembangunan sodetan merupakan bagian dari upaya Pemkot Samarinda membangun sistem pengendalian banjir yang lebih efektif, khususnya dengan mempercepat aliran air menuju badan Sungai Mahakam

“Alhamdulillah, hal serupa juga akan kami lakukan di Loa Janan Ilir dan di sekitar Perumahan Bengkuring,” katanya.

Pihaknya menyebut, keberhasilan penanganan genangan di kawasan Cipto Mangunkusumo menjadi salah satu bukti nyata pengendalian banjir. Di lokasi tersebut, Pemkot Samarinda telah membuat jalur pembuangan air langsung menuju Sungai Mahakam melalui jalur rel.

“Di Cipto Mangunkusumo, kami sudah berhasil membuang air langsung ke Sungai Mahakam melalui jalur rel, dan sudah sangat berhasil. Inilah yang akan mulai kami kerjakan sejak malam ini,” jelasnya.

Meski demikian, pembangunan proyek tersebut berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Karena itu, ia meminta masyarakat memaklumi apabila terjadi kemacetan di sekitar lokasi proyek.

“Kalau ada kemacetan, mohon dipahami bahwa ini hanya sementara, karena kami sedang membangun sesuatu yang manfaatnya jauh lebih besar untuk kepentingan orang banyak,” tuturnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana