Sungai Mahakam Menyusut, Distribusi Sembako ke Mahakam Ulu Terkendala

Musim kemarau sangat berdampak pada masyarakat di Mahakam Ulu. Distribusi barang menjadi terganggu karena pendangkalan sungai, yang berdampak kepada kelangkaan barang.
Devi Nila Sari
2.2K Views

Kaltim.akuradi.id, Samarinda – Menyusutnya debit Sungai Mahakam selama musim kemarau mulai berdampak terhadap distribusi kebutuhan pokok masyarakat di wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur.

Kondisi tersebut membuat jalur sungai yang selama ini menjadi salah satu akses utama masyarakat tidak dapat digunakan secara optimal. Sejumlah jenis angkutan sungai, seperti longboat dan speedboat, disebut kesulitan melintas di beberapa titik yang mengalami pendangkalan.

Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mengatakan persoalan tersebut paling dirasakan masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

Menurutnya, kondisi geografis Mahakam Ulu yang bergantung pada jalur sungai, membuat perubahan ketinggian air memiliki dampak besar terhadap mobilitas dan distribusi bahan kebutuhan pokok.

“Memang terkait Kabupaten Mahakam Ulu ini ada dua musim. Kalau musim kemarau seperti sekarang, sembako sangat langka karena distribusi terganggu akibat air dangkal atau mengecil,” kata Ekti.

Pria yang merupakan legislator dari daerah pemilihan Kutai Barat-Mahakam Ulu itu menyebut, jalur menuju wilayah tersebut tidak mudah ditempuh ketika musim kemarau.

Dari Long Bagun menuju Long Pahangai, misalnya, perjalanan melalui jalur darat mencapai sekitar 100 kilometer. Sementara jalur sungai yang biasanya menjadi alternatif transportasi, tidak dapat diandalkan ketika permukaan air turun drastis.

“Dari Long Bagun ke Long Pahangai kalau musim kemarau begini, mana ada longboat. Speedboat enggak bisa lewat. Tentu harus jalan darat,” ujarnya.

Persoalan tidak berhenti pada kondisi sungai. Akses darat menuju kawasan hulu juga masih menghadapi keterbatasan. Sehingga distribusi barang membutuhkan waktu dan moda transportasi lebih banyak.

Kader Partai Gerindra ini menilai, kondisi itu menjadi tantangan serius karena bantuan maupun pasokan kebutuhan pokok tidak akan banyak berarti, apabila tidak didukung akses distribusi yang memadai.

“Bagaimanapun besarnya bantuan beras, bantuan LPG, dan segala macam, kalau akses untuk mendistribusikannya tidak ada, susah,” tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan pangan mulai didorong untuk membantu masyarakat yang terdampak. Partai Gerindra Kaltim mengirimkan sekitar 1.500 paket sembako bagi warga di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

Bantuan tersebut dilepas Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim sekaligus Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dari Kantor DPD Gerindra Kaltim, Samarinda, Jumat sore.

Ekti menyebut, bantuan itu dihimpun melalui penggalangan dana yang dilakukan jajaran Gerindra Kaltim selama sekitar satu bulan.

Dana berasal dari pengurus DPD, DPC kabupaten/kota, kader, serta anggota DPRD dari Fraksi Gerindra. Total dana yang terkumpul disebut sekitar Rp153,2 juta, termasuk dukungan dari pihak ketiga atau perusahaan.

Namun, bagi Ekti, persoalan Mahakam Ulu tidak hanya membutuhkan bantuan pangan sementara. Kondisi akses transportasi yang sangat bergantung pada sungai menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih serius, terutama ketika musim kemarau kembali terjadi.

“Jalan darat juga sangat terisolir masa sekarang ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana