Karhutla Samarinda Makin Parah, DPRD Minta Perusahaan Ikut Turun Tangan

Kebakaran hutan dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Perusahan disebut juga harus mengambil bagian dalam upaya penanganannya.
Devi Nila Sari
1.9K Views

Kaltim.Akurasi.id, Samarinda – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan. Peran perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR juga didorong untuk diperkuat.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan perusahaan yang beraktivitas di Samarinda maupun memiliki keterkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam perlu mengambil bagian, dalam membantu persoalan lingkungan yang dihadapi daerah.

Dukungan perusahaan dapat diarahkan untuk memperkuat kebutuhan penanganan karhutla, termasuk membantu kebutuhan operasional maupun sarana pendukung di lapangan.

“Kami akan merencanakan untuk memanggil perusahaan-perusahaan yang memiliki kaitan dengan program CSR, untuk membantu mendukung penanganan karhutla ini,” kata Deni.

Ia mengatakan, keterlibatan perusahaan bukan semata-mata mengenai kewajiban, tetapi juga bentuk kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat di wilayah tempat perusahaan menjalankan aktivitasnya.

“Kami tidak ingin perusahaan-perusahaan tersebut hanya mengambil hasil alamnya saja. Kami juga ingin sumbangsih dan eksistensi mereka dapat membantu penanganan berbagai persoalan yang ada di Samarinda,” tegasnya.

Deni mengakui, sejumlah perusahaan disebut telah memberikan bantuan. Namun, dukungan tersebut masih perlu digerakkan secara lebih luas agar penanganan karhutla dapat memperoleh dukungan dari berbagai pihak.

“Mungkin ada yang sudah membantu, dan ada juga yang saat ini sedang mempersiapkan dukungannya. Ini yang akan kita gerakkan kembali. Mari kita sama-sama bergerak dan berkontribusi,” ujarnya.

Deni menyebut, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, relawan, dan masyarakat menjadi penting karena ancaman karhutla dapat berlangsung mengikuti kondisi cuaca dan kekeringan.

Terlebih, kondisi kemarau yang panjang dapat meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah. Karena itu, dukungan sumber daya dari berbagai pihak dinilai diperlukan agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan secara cepat.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kesatuan satgas yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kota Samarinda,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana