Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Persoalan distribusi BBM menjadi perhatian karena Kaltim juga memiliki salah satu fasilitas kilang minyak terbesar di Indonesia, yakni Kilang Balikpapan.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mendorong PT Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk mengembalikan pola penyaluran BBM ke Kaltim seperti sebelumnya.
Menurut Seno, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah dampak kekurangan pasokan meluas ke masyarakat. Terlebih, kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan di Kaltim saat ini dinilai sedang menghadapi tekanan.
“Ini komunikasi terus berjalan. Mudah-mudahan dalam waktu seminggu ini tetap bisa dikembalikan,” kata Seno Aji.
Khawatir Bebani Masyarakat
Seno Aji mengkhawatirkan persoalan BBM akan semakin membebani masyarakat apabila pola penyaluran tidak segera dikembalikan.
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan menurunnya aktivitas di sektor pertambangan dan dampaknya terhadap lapangan pekerjaan di Kaltim.
“Karena kalau tidak dikembalikan maka Kalimantan Timur akan berdampak. Sudah RKAB kita turun semua, masyarakat banyak menganggur, sekarang tambah lagi kekurangan BBM,” imbuhnya.
Atas kondisi tersebut, Pemprov Kaltim mendorong Pertamina agar tidak mengurangi pola penyaluran BBM ke wilayah Kaltim. Pemerintah daerah berharap distribusi BBM tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami mendorong Pertamina agar tidak melakukan pengurangan pola,” tegasnya.
Seno Aji Tak Ungkap Dugaan Penyebab
Saat ditanya mengenai dugaan penyebab berkurangnya pasokan BBM di Kaltim, Seno Aji memilih tidak berspekulasi.
Ia mengatakan Pemprov Kaltim belum memiliki informasi yang cukup untuk menjelaskan penyebab tersebut.
“Ada dugaan? Maaf, saya tidak bisa menjelaskan dugaan, karena kami tidak mempunyai apa pun,” jelasnya.
Menurut Seno, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan distribusi BBM ke SPBU tetap berjalan sesuai ketentuan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia kembali berharap pola penyaluran BBM dapat dikembalikan dalam waktu sekitar sepekan agar persoalan antrean dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat tidak semakin meluas.
“Ya, mudah-mudahan dalam waktu seminggu ini tetap bisa dikembalikan. Karena kalau nggak dikembalikan, maka Kalimantan Timur akan berdampak. Sudah RKAB kita turun semua, masyarakat banyak pengangguran. Sekarang tambah lagi kekurangan BBM,” katanya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id