Disketapang Kukar Gandeng Mahasiswa KKN Kembangkan Inovasi Pertanian Terpadu

Disketapang Kukar libatkan mahasiswa KKN untuk kembangkan inovasi pangan di dua Kawasan Pertanian Terpadu (KPT). Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam dorong ketahanan pangan daerah.
Devi Nila Sari
1.8K Views

Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi perguruan tinggi, untuk mengembangkan dua Pusat Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, dan Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Kedua kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengembangan agroindustri, agroteknologi, agrobisnis, hingga agrowisata. Untuk mendukung tujuan itu, Disketapang Kukar menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, diantaranya Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Disketapang Kukar Ananias mengatakan, kolaborasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui penempatan mahasiswa dalam program kuliah kerja nyata (KKN) di kedua kawasan. Mahasiswa diharapkan dapat menghadirkan gagasan, inovasi, dan teknologi yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung aktivitas pertanian terpadu.

“Setiap ada program KKN, kami minta dilaksanakan di dua KPT ini. Sehingga teknologi atau inovasi yang dibuat mahasiswa bisa menjadi prototipe. Kalau memang memiliki peluang untuk dikembangkan, akan kami coba tindaklanjuti,” kata dia.

Menurutnya, inovasi yang dihasilkan mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga memiliki peluang untuk diterapkan sesuai kebutuhan di lapangan. Prototipe yang dinilai potensial dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan lebih lanjut.

KPT DIharapkan jadi Tempat Pengolahan dan Pengemasan Hasil Pertanian

KPT sendiri dirancang memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar lokasi budi daya pertanian. Melalui konsep pertanian terpadu, kawasan tersebut diharapkan menjadi tempat pengolahan dan pengemasan hasil pertanian, pendidikan, pelatihan, serta pengembangan wisata berbasis pertanian.

Namun, pengembangan kedua kawasan masih membutuhkan penyempurnaan. Ananias menyebutkan, pembangunan fisik bangunan telah rampung, tetapi sejumlah sarana pendukung belum lengkap. Pemenuhan fasilitas tersebut ditargetkan berlanjut pada 2027 mendatang.

“Jadi baru bangunannya yang selesai, sementara sarana-sarana pendukung di dalamnya belum,” ungkapnya.

Selain kelengkapan fasilitas, kondisi kemarau panjang dan keterbatasan sumber air turut memengaruhi aktivitas pertanian di kedua lokasi. Kondisi ini juga menjadi salah satu faktor yang membuat peresmian kawasan belum dapat dilaksanakan.

Meski demikian, pemanfaatan awal telah dilakukan melalui sejumlah kegiatan, termasuk program KKN mahasiswa UGM. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat membantu mengidentifikasi peluang pengembangan yang sesuai dengan kondisi kawasan.

Ananias berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi mampu mempercepat pengembangan KPT sebagai pusat kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

“Harapan kami, kawasan pertanian terpadu ini bisa menjadi pusat agroindustri, agroteknologi, agrobisnis dan juga agrowisata,” pungkasnya. (Adv/diskominfokukar/dn)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana