Produksi 6.000 Butir Telur, Bupati Kukar Siapkan Akses Pasar bagi Warga Binaan Lapas Tenggarong

Produk peternakan dan pertanian warga binaan Lapas Kelas IIA Tenggarong berpeluang dipasarkan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga masyarakat sekitar.
Fajri
By
2.2K Views

Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya memperluas akses pasar bagi produk hasil peternakan dan pertanian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong melalui program SAE Pastarung. Langkah ini dilakukan agar kegiatan produktif warga binaan tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, sejumlah peluang pemasaran telah dibahas bersama pihak lapas. Pemerintah daerah juga menjajaki dukungan berbagai pihak, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), untuk membantu memperluas jaringan pemasaran produk warga binaan.

“Untuk pemasaran, ada beberapa hal yang tadi disampaikan oleh pihak lapas. Pak Kajari juga berkomitmen membantu. Kita sudah membuka beberapa peluang pasar,” katanya.

Menurut Aulia, kepastian akses pasar menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan produksi di SAE Pastarung. Salah satu peluang yang tengah dijajaki ialah menyalurkan hasil peternakan, khususnya telur, untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kukar.

“Misalnya, untuk telur, sekarang kurang lebih udah berproduksi sebanyak 6.000 butir, nanti bisa kita hubungkan dengan dapur-dapur SPPG yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tuturnya.

Selain telur, hasil pertanian warga binaan juga berpeluang dipasarkan melalui jaringan dapur SPPG. Namun, penyaluran tersebut tetap perlu menyesuaikan kebutuhan serta persyaratan yang ditetapkan oleh pihak penerima.

“Hasil pertanian juga bisa kita hubungkan dengan dapur-dapur SPPG agar produk yang dihasilkan warga binaan di SAE Pastarung dapat dimanfaatkan secara langsung,” ujarnya.

Aulia menambahkan, masyarakat di sekitar lapas juga menjadi salah satu sasaran pemasaran. Penjualan langsung kepada masyarakat diharapkan dapat memperpendek jalur distribusi sekaligus memberi akses terhadap produk peternakan dan pertanian yang segar dengan harga bersaing.

“Kita juga membuka pasar bagi masyarakat sekitar. Selain produknya diterima dalam kondisi segar, harganya tentu bisa lebih bersaing,” kata Aulia.

Ia berharap, terbukanya akses pasar dapat mendorong SAE Pastarung berkembang secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan produksi yang dijalankan warga binaan tidak hanya mendukung proses pembinaan, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain belajar memproduksi hasil peternakan dan pertanian, warga binaan diharapkan dapat memahami tahapan usaha lainnya, termasuk distribusi dan pemasaran. Bekal tersebut diharapkan membantu mereka mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.

“Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan secara luas, sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan,” pungkasnya. (Adv/diskominfokukar/dn

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana