BP-BKT melakukan validasi skoring terhadap 3001 pendaftar Beasiswa Kaltim Tuntas. Skoring dilakukan untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima beasiswa ini.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Setiap tahunnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan anggaran untuk bantuan pendidikan. Upaya ini menjadi salah satu langkah mengimplementasikan misi Kalimantan Timur Berdaulat 2023, dalam mewujudkan kualitas SDM yang mandiri, berdaya saing tinggi dan berakhlak mulia.
Salah satunya melalui Beasiswa Kaltim yang diberikan kepada para putra dan putri daerah. Yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini tengah ditangani oleh Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas (BP-BKT).
Kepala BP-BKT Iman Hidayat mengakui, saat ini pihaknya sedang melakukan tahap validasi skoring nilai dari pendaftar tahap I. Yang penutupan pendaftaran tahap I telah dilakukan pada Selasa 31 Mei 2022. Setelah penyeleksian, terdapat 3.011 pedaftar yang akan menerima beasiswa Kaltim Tuntas.
Sebagai informasi, penerima beasiswa kategori ini akan melalui proses seleksi berdasarkan skoring yang sesuai dengan standar. Mulai dari jenis akademik, non akademik, tuntas khusus miskin dan berbagai kategori lainnya.
“Skoring itu kami lihat sesuai dengan kategori yang pendaftar pilih. Misalnya, pendaftar A dengan pendaftar B dan C sama-sama memiliki nilai yang sama, yaitu 29,12. Dengan jenjang pendidikan S-1, namun hanya C yang tidak lolos. Ternyata A dan B ini memilih kategori khusus miskin dan A memilih yang prestasi akademik, karena secara skoring tidak masuk,” sebut Iman
Setiap Kategori Beasiswa Kaltim Memiliki Skoring
Sekadar informasi, untuk batas minimal kategori prestasi akademik, di bagi lagi menjadi beberapa kategori. Sedangkan kategori seperti kasus di atas, memang untuk jenjang S-1 juga di bedakan berdasarkan batas minimal skoringnya. Untuk S-1 prestasi akademik, minimal skornya 33,29, sedangkan S-1 khusus miskin, skornya minimal 29,12.
Sebelumnya, Iman mengakui, sudah membuka masukan melalui link pengaduan. Tepatnya setelah pengumuman tahap I Beasiswa Kaltim.
“Ada 413 aduan yang masuk dari link penduan itu, namun yang bisa kami terima hanya 97 aduan. Sebab ada miskomunasi, karena ada perguruan tinggi yang menerima pendaftaran S2 sampai dua kali. Sehingga harus kami konfirmasi dan cek kembali dengan perguruan tinggi yang bersangkutan,” demikian Iman. (adv/disdikbudkaltim/gzy)
Penulis/Editor: Devi Nila Sari