Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan, menyusul sejumlah kebijakan pengadaan bernilai besar yang dinilai belum berpihak pada kepentingan publik.
Sejumlah kebijakan yang dipersoalkan di antaranya pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar serta renovasi rumah jabatan dan ruang kerja gubernur yang mencapai Rp25 miliar. Kondisi ini memicu kritik luas hingga berujung pada aksi unjuk rasa masyarakat beberapa waktu lalu.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi, menilai lemahnya fungsi pengawasan DPRD menjadi salah satu faktor yang memperbesar kekecewaan publik.
“DPRD dan Pemprov Kaltim perlu duduk bersama membahas tuntutan masyarakat. Tidak bisa diabaikan begitu saja,” ujarnya di Samarinda.
Menurut Purwadi, DPRD perlu segera menindaklanjuti tuntutan publik, salah satunya dengan menggunakan hak angket sebagai instrumen pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Ia mengapresiasi langkah DPRD yang telah menandatangani pakta integritas terkait tuntutan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa komitmen itu harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sekadar respons untuk meredam tekanan publik.
“Jangan hanya berhenti pada penandatanganan. Harus ada langkah konkret agar kepercayaan publik bisa dipulihkan,” tegasnya.
Selain itu, Purwadi juga menyoroti lemahnya komunikasi publik dari para pejabat daerah. Ia menilai perbedaan pernyataan antara gubernur, sekretaris daerah, dan pimpinan DPRD justru memicu kebingungan di tengah masyarakat.
“Pernyataan yang tidak selaras membuat publik bingung dan memunculkan dugaan kurangnya transparansi,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan belum solidnya koordinasi antara eksekutif dan legislatif di tingkat daerah.
Ia mengingatkan, jika situasi tersebut terus dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah berpotensi semakin menurun.
“Ini tidak boleh berlarut-larut karena bisa berdampak pada menurunnya kepercayaan publik,” jelasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id