Buntut Serangan Ulat Bulu, Taman Bebaya Ditutup Sementara

Devi Nila Sari
172 Views

Taman Bebaya Samarinda untuk sementara ditutup. Dampak serangan ulat bulu yang menyerang pengendara yang melalui kawasan tersebut.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Belakangan ini Taman Bebaya, Samarinda, kembali menarik perhatian khalayak. Pasalnya, oasis hijau di tepi Sungai Mahakam tersebut kembali diserang oleh ulat bulu.

Hal inipun membuat masyarakat yang melalui kawasan tersebut kerap mengalami gatal-gatal. Apalagi ramai beredar vidio di media sosial (medsos) yang menunjukkan para pengunjung taman tersebut ternyata terkena ulat bulu. Sontak, hal ini mengundang perhatian masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh pemilik akun @bal_setiawann, di salah satu forum media sosial di Kota Tepian. Ia mengaku, merasakan hal yang sama saat melewati Taman Bebaya. Katanya, ia mengalami gatal-gatal di sebagian badannya akibat terkena bulu dari ulat tersebut.

“Ini yang ku alami setiap balik lewat Jembatan Mahakam. Leher, tangan, dan dada gatal semua, saya kira ada miang, sekalinya ini,” tuturnya.

Hal serupa juga d akui oleh pemilik akun @shoma_aidina saat melintasi area itu. Dia menuturkan, dampak terkena dari hewan yang bernama latin Malacosoma americanum itu mengakibatkan bentol-bentol dan panas akibat digaruk.

“Saya lewat disana juga naik motor, kena juga. Gatal, bentol-bentol, makin digaruk makin gatal dan panas lagi,” terangnya.

DLH Duga Ulat Bulu Berasal dari Tanaman Sungai di Luar Taman

Menyikapi hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan dan Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Roro menuturkan, bahwa untuk menindaklanjuti persoalan ulat bulu di Taman Bebaya. Pihaknya telah melakukan penutupan untuk sementara. Lantaran, harus melakukan penyemprotan.

“Diduga serbuknya terbawa angin keluar taman menyebabkan reaksi gatal-gatal pada masyarakat. Tapi, belum jelas apakah partikel dari hama itu sampai kepada masyarakat,” jelas Roro.

Kendati demikian, ia mengaku sebelumnya telah berhasil menangani ulat bulu. Namun, serangan itu kembali, memunculkan kebingungan dan kekhawatiran di kalangan pengelola taman dan masyarakat Samarinda.

“Meskipun telah disemprot, jumlah ulat bulu justru bertambah. Makanya kami juga heran. Kami menduga, sumber utama hama ini berasal dari tanaman sungai di luar taman. Kami perlu melakukan koordinasi dengan instansi di luar taman,” ungkapnya.

Ia menuturkan, hingga saat ini, pihaknya tengah mencari solusi untuk menangani serangan ulat bulu ini. Roro berharap, respons lebih cepat dari Pemkot Samarinda demi keamanan dan kenyamanan warga di kota tepian ini.

“Kami DLH yang menangani Taman Bebaya ikut juga sebagai korban dari serangan hama ulat bulu. Kami berharap bisa dilakukan penelitian lebih lanjut guna menjaga kenyamanan warga,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana