Delapan Jenis Buah dan Tanaman Khas Kalimantan

Devi Nila Sari
1.3k Views

Pulau Kalimantan memiliki keanekaragaman buah dan tanaman yang didapati di pulau ini. Berikut jenis buah dan tanaman khas Kalimantan.

Kaltim.akurasi.id Bontang – Pulau Kalimantan tidak hanya dikenal dengan hutan tropisnya, tetapi juga keanekaragaman tanaman dan buah khas yang memikat hati. Dari anggrek hitam hingga tengkawang, setiap tanaman dan buah memiliki cerita dan manfaat yang menjadikannya unik. Berikut adalah beberapa tanaman dan buah khas Kalimantan yang patut Anda ketahui.

Anggrek Hitam: Keindahan yang Jadi Maskot Kalimantan Timur

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata L) merupakan salah satu tanaman khas yang hanya tumbuh di Kalimantan Timur. Meski namanya anggrek hitam, bunga ini tidak sepenuhnya berwarna hitam. Lidah bunganya yang hitam berpadu dengan kelopak hijau kekuningan, menciptakan keindahan tersendiri. Selain cantik, anggrek ini juga memiliki aroma khas yang memikat.

Kantong Semar Berbulu, Spesies Baru dari Kalimantan

Tanaman Khas Kalimantan
Kantong Semar Berbulu. (istimewa)

Spesies kantong semar baru yang tumbuh di hutan Sabah, Kalimantan Utara, telah dinobatkan sebagai jenis baru secara ilmiah. Tumbuhan yang tersembunyi di Pegunungan Meliau, jantung negara bagian Sabah, Malaysia, ini dianggap istimewa karena merupakan jenis terbesar yang pernah ada.

Namanya Nepenthes pongoides, atau kantong semar berbulu. Alasannya, karena memiliki bulu di sulur dan bagian lainnya. Bulu berwarna cokelat kemerahannya mirip bulu orangutan. Ciri lain, tidak memiliki kantong bagian atas.

Tengkawang: Pohon Kehidupan dari Kalimantan Barat

Tanaman Khas Kalimantan
Tengkawang. (Istimewa)

Tengkawang, atau meranti merah (Shorea stenoptera), adalah salah satu tanaman khas Kalimantan Barat yang memiliki banyak manfaat. Bijinya diolah menjadi minyak nabati yang digunakan untuk makanan, obat, hingga kosmetik. Pohon ini juga dianggap sebagai “pohon kehidupan” oleh suku Dayak karena kegunaannya yang luas, dari biji hingga batang kayunya.

Berikut Ragam Buah Khas Kalimantan

Mangga Kasturi: Buah Harum dari Kalimantan Selatan

Buah Khas Kalimantan
Mangga Kasturi. (Istimewa)

Mangga kasturi (Mangifera casturi) adalah buah khas Kalimantan Selatan yang memiliki aroma harum dan rasa manis. Kulit buah ini terlihat gelap dan tidak menarik, tetapi dagingnya memiliki rasa yang lezat. Kini, mangga kasturi sudah banyak dibudidayakan di berbagai daerah karena popularitasnya.

Tenggaring: Buah Mirip Rambutan dengan Rasa Asam

Buah Khas Kalimantan
Tanggaring. (Istimewa)

Tenggaring, yang juga dikenal sebagai kapulasan, adalah buah khas Kalimantan yang sekilas mirip rambutan. Namun, tenggaring memiliki rasa asam dan kulit yang lebih sulit dikupas. Meski begitu, buah ini tetap diminati dan banyak ditanam masyarakat untuk konsumsi lokal.

Durian Anggang: Durian dengan Daging Buah Merah

Buah Khas Kalimantan
Durian Anggang. (Istimewa)

Durian anggang (Durio acutifolius) adalah durian khas Kalimantan yang memiliki keunikan tersendiri. Daging buahnya berwarna merah cerah, berbeda dengan durian pada umumnya. Selain itu, durian ini memiliki duri yang pendek dan kulit buah yang mudah pecah saat matang. Tidak hanya buahnya yang dimanfaatkan, batang durian anggang juga sering digunakan sebagai bahan bangunan.

Kapul: Buah Serupa Manggis yang Kaya Manfaat

Buah Khas Kalimantan
Kapul. (Istimewa)

Kapul, atau dikenal juga dengan nama tampui dan setai, adalah buah khas Kalimantan dengan rasa manis dan kulit tebal. Selain buahnya yang lezat, kayu dari pohon kapul sering digunakan untuk bahan bangunan karena kekuatannya. Tanaman ini menjadi salah satu kekayaan alam yang multifungsi.

Kemayau: Anggur Khas Kalimantan yang Harus Diolah

Buah Khas Kalimantan
Kemayau. (Istimewa)

Kemayau adalah buah yang menyerupai anggur, tetapi dengan tekstur keras. Buah ini tidak bisa langsung dimakan, melainkan harus direndam dalam air panas terlebih dahulu. Setelah diolah, daging buahnya berubah menjadi lunak dan memiliki rasa gurih seperti mentega. Buah ini menjadi salah satu keunikan Kalimantan yang jarang ditemukan di tempat lain. (*)

Penulis: Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana