Kaltim.akurasi,id, Samarinda – Sebagai kawasan yang terpisah oleh sungai, Samarinda, Ibu Kota Kalimantan Timur, memerlukan jembatan sebagai akses penghubung. Dari sekian akses penghubung tersebut, Jembatan Mahakam IV menjadi salah satu akses vital masyarakat. Keberadaannya menunjang mobilitas dari Samarinda Kota ke Samarinda Sebrang.
Tak hanya menjadi akses vital, kemegahannya yang membentang di Sungai Mahakam menjadikan jembatan ini sebagai salah satu ikon kota. Tak heran, jembatan ini juga menjadi salah satu destinasi, yang melengkapi perjalanan di kota ini.
Namun, tahukah kamu jika pembangunan jembatan ini dilakukan dalam dua periode pemerintahan dan memakan anggaran yang tidak sedikit. Untuk informasi lebih lanjut, yuk kita intip megaproyek Jembatan Mahakam IV, yang merupakan kebanggaan Kota Samarinda.
Latar Belakang Pembangunan Jembatan Mahakam IV Samarinda
Seiring perkembangan penduduk di Samarinda, keberadaan Jembatan Mahakm I yang merupakan jalur penghubung utama Samarinda Kota dan Samarinda Sebrang, tak lagi mampu menampung beban kendaraan.
Hal ini terlihat dari kerap macetnya jalur tersebut di pagi dan sore hari, ketika jam berangkat atau pulang kerja. Di sisi lain, ada kekhawatiran dengan fondasi jembatan tersebut, lantara usianya yang sudah tua, sekitar 37 tahun, dan kerap mengalami tabrakan ponton, hingga menyebabkan kerusakan di sejumlah tiang penyangga.
Baca Juga
Oleh karena itu, pemerintah provinsi pada masa pemerintahan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak, merumuskan pembangunan jembatan ke-IV Samarinda pada 2012 lalu. Jembatan ini dibangun persis di sebelah Jembatan Mahakam I, sehingga kerap juga disebut Jembatan Kembar. Hingga akhirnya diresmikan oleh Gubernur Isran Noor pada 2 Januari 2020.
Biaya yang Digelontorkan
Secara keseluruhan, pembangunan jembatan ini mencapai Rp640 miliar. Seluruh anggarannya berasal dari APBD Kaltim, dengan skema pembiayaan multi-years contract (MYC).
Anggaran tersebut kemudian terbagi menjadi tiga item proyek, yakni jalan pendekat sisi Samarinda Kota, sisi Samarinda Sebrang, dan bentang tengah.
Baca Juga
Untuk anggaran jalan pendekat sisi Samarinda Kota senilai Rp227,7 miliar, dengan panjang 502,4 meter. Kemudian, jalan pendekat sisi Samarinda Seberang senilai Rp228,8 miliar, dengan panjang 386,65 meter. Sementara, bentang tengah diperkirakan menelan anggaran Rp184,2 miliar, dengan panjang 400 meter.
Adapun kontraktor yang terlibat dalam pembuatan jembatan ini, yakni PT Waskita-PT Surya Bakti dengan skema kerja sama operasional (KSO), PT Jaya Konstruksi-PT Modern Technical dengan skema KSO dan Jayakonstruksi.
Sederet Fakta Pembangunan Jembatan Mahakam IV
1. Dua Kali Terlambat
Dalam prosesnya pembangunannya, Jembatan Mahakam IV sempat mengalami dua kali keterlambatan. Pertama, pada 2018 proyek ini ditarget rampung pada akhir tahun. Namun, tersendat karena faktor cuaca dan suplai material. Hingga pembangunan molor lima bulan sampai Maret 2019.
Kemudian, proyek yang ditarget rampung Oktober 2019 itu kembali mengalami keterlambatan, dikarenakan akses pendekat yaitu pembangunan girder di seksi 10 belum rampung. Kendalanya, pembangunannya ternyata tidak masuk kontrak PT Waskita Karya, selaku pihak yang menangani jalan pendekat sisi Samarinda. Sehingga, proyek ditender lagi.
2. Pembangunan Butuh Waktu Delapan Tahun
Baca Juga
Dikarenakan sejumlah kendala tersebut, pembangunan Jembatan Mahakam IV yang dimulai dari 2012 akhirnya rampung akhir 2019 dan diresmikan pada 2020. Pemerintah provinsi menghabiskan waktu kurang lebih delapan tahun untuk pembangunan jembatan ini.
3. Lampu Hiasan Jembatan Habiskan Duit Rp13 Miliar
Usai pembangunanya, pemerintah provinsi memutuskan menghias Jembatan Mahakam IV dengan lampu tematik warna-warni impor senilai Rp13 miliar. Keberadaan lampu ini mempercantik tampilan jembatan di malam hari.
4. Jembatan Memiliki Tiga Jalur
Jembatan Mahakam IV terbagi menjadi tiga jalur, diantaranya satu jalur untuk kendaraan roda empat, kecuali kendaraan bertonase lebih dari delapan ton. Kemudian, dua jalur khusus pengendara roda dua, di sisi kanan dan kiri jembatan. Semua lajur diperuntukan untuk kendaraan dari arah Samarinda Kota menuju Samarinda Seberang. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari