Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Kekurangan tenaga pengajar di Kota Samarinda terus menjadi persoalan serius yang belum menemukan solusi pasti. Jumlah guru di kota ini terus menyusut setiap tahun seiring banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, hingga Desember 2026 kekurangan guru diperkirakan mencapai 706 orang.
Kondisi tersebut dinilai cukup krusial karena keberadaan guru menjadi faktor penting dalam menunjang kualitas pendidikan dan proses belajar mengajar di sekolah.
Jika tidak segera diantisipasi, kekurangan tenaga pengajar dikhawatirkan akan berdampak pada efektivitas pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.
Namun hingga kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda disebut masih mencari formula yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi fiskal juga menjadi tantangan tersendiri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Neneng Chamelia, mengatakan pemerintah daerah masih membahas langkah yang akan diambil untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik tersebut.
“Kami masih membahas langkah apa yang akan dilakukan untuk menghadapi kekurangan guru ini,” ujar Neneng.
Ia menjelaskan, setiap kebijakan yang nantinya diambil harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah karena penambahan tenaga pengajar berkaitan langsung dengan kesiapan anggaran pemerintah.
“Semua tergantung kemampuan anggaran daerah,” katanya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id