Sejak 2021 hingga 2023 angka stunting di Kota Bontang mengalami penurunan mencapai lima persen. Hal ini disampaikan langsung Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati.
Kaltim.Akurasi.id,Bontang – Penurunan angka stunting di Kota Bontang sejak 2021 hingga 2023 sudah mencapai lima persen. Hal ini disampaikan langsung Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati dalam sambutannya pada kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke–30. Yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang, Sabtu (19/08/2023).
“Angka stunting di Bontang tahun 2021 yaitu 26 persen dan sekarang di tahun 2023 sudah di angka 21 persen. Artinya ada penurunan sebanyak lima persen,” katanya saat memberi sambutan.
Atas pencapaian itu, Aji Erlynawati memberi apresiasi pada semua pihak yang terlibat. Menurutnya, penurunan angka stunting tak lepas dari kerja keras, kerja hebat dan kerja cerdas stake holder serta masyarakat.
Dia juga bilang, isu stunting perlu menjadi perhatian serius di Kota Bontang. Mengingat permasalahan tumbuh kembang pada tubuh dan otak anak, akan sangat berdampak bagi kemajuan bangsa kedepannya. Maka dari itu, perlu dilakukan pencegahan lebih awal untuk menyelamatkan generasi emas penerus bangsa.
Lanjut Aji Erlynawati, pemerintah menargetkan angkat stunting di Kota Bontang tahun 2024 bisa turun minimal 10 persen. Dia pun berharap terget tersebut bisa tercapai, melalui program yang diusung pemerintah.
Penurunan angka stunting ini merupakan bagian dari mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Pada tahun itu, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dimana jumlah penduduk 70 persennya berada pada usia priduktif ( 15 – 64 tahun ). Tentunya hal ini harus di manfaatkan dengan baik, salah satunya adalah dengan mempersiapkan generasi yang hebat.
“Diharapkan juga 2045 generasi yang akan mengisi tingkat nasional, provinsi, khusunya Kota Bontang adalah generasi emas yang berkualitas.Tentunya yang punya daya saing hebat dan kuat,” tambahnya.
Aji menambahkan, untuk mengejar target itu, pemerintah perlu mempercepat upaya penurunan angka stunting. Kata dia, sejauh ini salah satu program yang sudah berjalan yaitu Stimulan RT, dalam program itu pemerintah memberikan makanan yang sehat bagi masyarakat.
“Jangan sampai yang mengisi Indonesia kedepannya bukannya generasi emas tapi indonesia cemas apalagi indonesia lemas,” katanya, mengutip ucapan Wali Kota Bontang, Basri Rase.
Sebagai informasi, peringatan Hari Keluarga Nasional ke–30, yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang mengusung tema “Menuju keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju“. Acara dirangkai dengan jalan sehat dan bebrapa lomba lain, serta pembagian dooprize. Kegiatan itu dilangsungkan di depan gedung Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Turut hadir Wali Kota Bontang Basri Rase dan Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Lurah dan Camat Bontang , serta Ketua Badan Kependudukan dan Kelurga Berencana Nasional (Bkkbn) Bahaudin. (*)
Penulis : Nuraini
Editor: Fajri Sunaryo