Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Musibah kebakaran yang mendera warga Kelurahan Melayu, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) awal Oktober 2026 menyisakan banyak duka. Bagaimana tidak, 75 rumah dan ratusan jiwa harus kehilangan harta benda dan rumah mereka hanya dalam bilangan menit.
Namun di balik duka itu, uluran tangan masyarakat juga terus mengalir kepada para korban. Baik bantuan dari pemerintah maupun swasta hadir membantu para korban. Terbaru, bantuan itu salah satunya datang dari pihak swasta seperti PT Pegadaian Kantor Cabang Tenggarong.
Lembaga simpan pinjam itu, menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok yang mencapai puluhan juta. Bantuan itu diberikan secara langsung kepada sekitar 90 kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Kelurahan Melayu pada 10 Oktober 2026. Paket bantuan terdiri atas beras, minyak goreng, gula, teh, telur, dan mi instan.
Deputy Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda, Andika Dwi Prasetya, mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kebakaran.
“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa masyarakat di Kelurahan Melayu, Tenggarong. Melalui bantuan kebutuhan pokok ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak dan memenuhi sebagian kebutuhan mereka selama masa pemulihan,” ujar Andika.
Ia menambahkan, koordinasi dengan pihak posko menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik kepada keluarga terdampak, sehingga dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Berdasarkan data posko, kebakaran tersebut berdampak pada puluhan keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Di antara warga terdampak, terdapat pula masyarakat yang menjadi nasabah Pegadaian.
Regional CEO PT Pegadaian (Persero) Kalimantan, Rinaldi Lubis, mengatakan dukungan kemanusiaan menjadi salah satu bentuk keterlibatan perusahaan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Musibah kebakaran tentu membawa dampak besar bagi masyarakat yang mengalaminya. Pegadaian berkomitmen untuk tidak hanya hadir melalui layanan keuangan, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat,” ungkap Rinaldi. (mz/ser)
Editor: Dirhanuddin