Duduk Perkara Kebakaran di Danau Aji Kukar yang Ludeskan 75 Bangunan Hanya dalam Hitungan Menit

Petugas pemadam kebakaran dibuat putar otak mencari dari berbagai sudut untuk mendapatkan air dalam upaya mereka meredam amukan si jago merah di Jl AM Alimuddin, Danau Aji, Tenggarong, Kukar, Senin sore. Pasokan air seolah menjauhkan diri mereka seiring baskara yang berganti gulita malam.
kaltim_akurasi
6.7K Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Mentari belum benar-benar tergelincir di ufuk barat pada Senin, 5 Oktober 2026. Warga Danau Aji, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Kutai Kartanegara, tampak masih sibuk dengan keriuhan mereka masing-masing.

Di tengah temaran langit yang kian menguning, samar-samar kepulan asap yang perlahan membumbung tinggi tampak ikut menghiasi langit. Tidak seorang pun menghiraukan. Setiap dari mereka yang melintas di Jalan AM Alimuddin hanya larut dalam kendaraan mereka.

Semua seketika buyar tatkala terdengar samar-samar suara beberapa orang berteriak. “Kebakaran, kebakaran,” sayup-sayup suara salah seorang warga RT 33 tersebar di antara keriuhan kendaraan dan warga setempat.

Suara itu kian menggema ketika nadanya kian senada. Dari sayup-sayup berubah keriuhan. “Tolong, ada api. Kebakaran, kebakaran,” timpa suara lain bak petir menyambar angin dan menggema sore itu.

Suara demi suara yang saling bersahut-sahutan menjadi kepanikan. Beberapa warga RT 33 berlari keluar dari rumah mereka mencoba menyangsikan keadaan yang terjadi. Para pengendera serempak berhenti menyorotkan mata ke arah asap yang telah membumbung tinggi di area itu.

Ya, sore itu, api merangsek begitu cepat melahap bangunan demi bangunan kayu di Jalan AM Alimuddin, Danau Aji, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Warga yang mendapati api bergerak begitu cepat gegap dan gagap mencoba mencari air untuk meredam api yang perlahan membesar.

Hanya dalam bilangan menit dan jam, kobaran api yang semula berada di satu bangunan, lambat laut ikut menjilatin rumah-rumah yang ada di sekitarnya. Setidaknya 75 bangunan yang terdiri dari rumah tinggal, kontrakan dan hunian sewaan ludes dilahap si jago merah.

Awal Mula Si Jago Merah Membara di Danau Aji

Kebakaran yang melanda Danau Aji, Kelurahan Melayu, Tenggarong, diketahui kali pertama terjadi sekitar pukul 16.30-16.40 Wita. Kepulan asap yang diikuti api terlihat pertama kali di bagian belakang salah satu rumah di kawasan itu.

Ketua RT 33 Kelurahan Melayu, Supriyadi, mengatakan api diduga berasal dari sebuah rumah sewaan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, penghuni rumah tersebut sedang memasak sebelum meninggalkan lokasi.

Tak lama kemudian, warga melihat kepulan asap dan api. Teriakan warga membuat penghuni rumah lainnya berhamburan keluar menyelamatkan diri serta membawa dokumen dan barang berharga yang masih sempat diamankan.

“Awal mula api itu di belakang rumah saya. Rupanya ada yang masak, lalu ditinggal oleh penyewanya. Tidak lama kemudian, ada warga yang berteriak kebakaran,” kata Supriyadi.

Meski begitu, dugaan tersebut belum menjadi penyebab resmi. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan untuk memastikan titik awal dan sumber api.

Hanya Hitungan Puluhan Menit, 50 KK dan 151 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga membuat puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dan barang-barang mereka.

Berdasarkan pendataan sementara yang dihimpun media Akurasi.id dari berbagai sumber di lapangan, setidaknya ada sekitar 50 kepala keluarga (KK) atau 151 jiwa terdampak akibat kebakaran.

Data tersebut masih dikoordinasikan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk memastikan jumlah korban serta kebutuhan bantuan di lapangan. Beruntungnya, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah warga sempat mendapatkan penanganan medis akibat terdampak asap dan kondisi psikologis setelah kebakaran.

Air yang Sulit Bikin Pemadaman Berjalan Dramatis

Upaya pemadaman kebakaran oleh tim pemadam Pemerintah Kukar sejatinya tergolong cepat. Informasinya, mereka bahkan tiba di lokasi tidak berselang lama setelah mendapatkan informasi dari warga setempat.

Tidak main-main, Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kukar bahkan langsung menerjun sebanyak 90 personel dan sebanyak sembilan armada ke lokasi kebakaran. Namun di balik tim yang melimpah, keterbatasan air di lokasi kebakaran membuat petugas tidak mampu berbuat banyak.

Bahkan tiam gabungan siaga yang terdiri atas BPBD Kukar, armada tangki PDAM, unit water cannon kepolisian serta mesin pompa portabel milik relawan diluncurkan ke lokasi kejadian. Namun lagi-lagi upaya itu tidak mampu meredam amukan api yang berdiri tegap di tengah kawasan padat penduduk dengan rumah kebanyakan berbalut kayu.

Kepala Disdamkartan Kukar Fida Hursani mengatakan, kondisi tersebut menjadi persoalan karena kawasan permukiman yang terbakar memang masuk dalam pemetaan wilayah rawan kebakaran.

“Memang sudah kita petakan tingkat kerawanannya. Karena memang minim sumber air. Kalau terjadi sesuatu, itu menjadi kendala kita,” ungkapnya, Senin (5/10/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas memanfaatkan sejumlah sumber alternatif, termasuk kolong rumah warga dan kolam di sekitar lokasi menggunakan mesin pompa portabel.

“Kawasan yang terkena musibah itu termasuk kawasan yang kami sebut Segitiga Tenggarong Aji. Dari awal memang sudah kita jaga dan kita perhatikan,” katanya.

Fasilitas hidran kering yang telah tersedia di kawasan tersebut juga dimanfaatkan untuk membantu pengisian armada pemadam. Selain itu, beberapa tandon air berkapasitas 5.000 liter telah ditempatkan di sejumlah titik.

“Kejadian kebakaran ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperkuat pola mitigasi, khususnya di kawasan padat penduduk yang memiliki keterbatasan sumber air,” tutur Fida.

Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam sebelum api berhasil dikendalikan pada pukul 18.40 Wita. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran susulan. (MZ/drh)

Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana