Belum Teridentifikasi, Tiga Jari yang Ditemukan di Samarinda Akan Diuji Labfor

Polisi menyiapkan langkah lanjutan dengan melibatkan laboratorium forensik untuk mengungkap identitas korban.
Fajri
By
1.3k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda Warga Jalan Rimbawan 1, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, digegerkan dengan penemuan tiga potongan jari manusia pada Sabtu (11/4/2026).

Potongan jari tersebut ditemukan dalam sebuah toples berisi cairan, yang sebelumnya mencurigakan perhatian seorang petugas kebun di lokasi kejadian.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pemilik jari tersebut.

“Setelah kami cek menggunakan alat

Foto: Lokasi penemuan tiga jari di Sungai Kunjang beberapa waktu lalu. (Dok. Grup Relawan)

, identitasnya belum muncul,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, ketiga jari yang ditemukan terdiri dari jari telunjuk, tengah, dan manis. Untuk mendukung proses identifikasi, polisi bekerja sama dengan RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda guna melakukan pembersihan dan sterilisasi barang bukti.

Jika upaya tersebut belum membuahkan hasil, kepolisian akan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) di Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau belum teridentifikasi, kami akan kirim ke Labfor Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Secara kasat mata, polisi menduga potongan jari tersebut merupakan bagian dari tangan kiri seorang pria. Namun, kesimpulan tersebut belum dapat dipastikan secara ilmiah.

“Itu terlihat dari ruas-ruasnya, tapi kami belum bisa memastikan. Masih dalam penelusuran,” tambahnya.

Terkait motif, Hendri menyebut pihaknya belum dapat menarik kesimpulan karena minimnya barang bukti yang ditemukan di lokasi.

“Di TKP hanya ditemukan tiga jari, sehingga masih sulit menyimpulkan motif,” katanya.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk penemu pertama dan perwakilan warga setempat, untuk menggali informasi tambahan.

Selain itu, aparat turut mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengetahui adanya warga yang hilang atau mengalami kondisi serupa.

“Kami minta jika ada warga yang hilang atau mengalami kehilangan bagian tubuh, segera dilaporkan,” jelasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana