Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menemukan sejumlah catatan dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di beberapa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Temuan tersebut meliputi berkurangnya porsi makanan, ukuran lauk yang mengecil, hingga kualitas buah yang dinilai tidak lagi segar.
Sidak yang dipimpin Pemerintah Kabupaten PPU itu menyasar tiga dapur SPPG di Gunung Seteleng, Penajam, dan Saloloang, Kamis (4/6/2026). Selain memeriksa dapur, tim juga memantau langsung distribusi makanan ke sejumlah sekolah penerima manfaat program MBG, di antaranya MTs Darul Ulum, SDN 003 Penajam, SDN 026 Penajam, dan SMA Negeri 1 Penajam.
Wakil Bupati PPU, Waris Muin, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan adanya penurunan dari sisi kuantitas maupun kualitas makanan yang disalurkan.
“Porsinya ada yang mengecil. Daging atau ayam yang sebelumnya berukuran lebih besar, sekarang terlihat lebih kecil,” ujarnya.
Selain porsi makanan, tim juga menemukan kualitas buah yang perlu mendapat perhatian. Buah kelengkeng yang dibagikan kepada penerima manfaat ditemukan dalam kondisi kurang segar dan mulai lembek.
Satgas turut mengevaluasi variasi menu yang diberikan kepada peserta didik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penyajian telur rebus yang dinilai kurang diminati oleh sebagian siswa.
Menurut Waris, sejumlah siswa justru menjadikan telur rebus utuh sebagai mainan sehingga pemerintah menyarankan agar menu tersebut disajikan dalam bentuk lain, seperti telur ceplok, agar lebih menarik dan meningkatkan konsumsi makanan.
“Atas temuan tersebut, kami sudah memberikan teguran kepada pengelola dapur agar segera melakukan perbaikan,” tegasnya.
Selain itu, Satgas MBG juga meminta pengelola dapur memperhatikan kebutuhan khusus peserta didik yang memiliki riwayat alergi makanan dengan menyediakan menu alternatif yang sesuai.
Waris menegaskan pemerintah daerah tidak akan ragu memberikan sanksi apabila pengelola dapur mengabaikan hasil evaluasi dan tidak melakukan pembenahan.
“Sanksi yang disiapkan mulai dari teguran hingga rekomendasi penangguhan operasional bahkan penutupan jika tidak ada perbaikan,” katanya.
Untuk menjaga kualitas program, Satgas MBG berencana meningkatkan pengawasan melalui sidak rutin sedikitnya satu kali setiap pekan. Pengelola dapur juga diminta lebih cermat dalam menyusun menu agar makanan yang disajikan tetap memenuhi standar gizi sekaligus mengurangi potensi pemborosan akibat makanan yang tidak dikonsumsi.
Program MBG di Kabupaten PPU saat ini tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga ibu hamil, balita, dan ibu menyusui. Kegiatan monitoring dan evaluasi dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 4 hingga 5 Juni 2026. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id