20 Warga Binaan Akan Kelola Dapur MBG di Rutan Samarinda, Jadi Bekal Saat Bebas

Sebanyak 20 warga binaan Rutan Kelas I Samarinda akan dilibatkan dalam operasional Dapur SPPG yang ditargetkan beroperasi Agustus mendatang. Selain mendukung program Makan Bergizi Gratis, langkah ini disiapkan sebagai bekal keterampilan dan peluang kerja bagi mereka setelah bebas.
Fajri
By
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda akan melibatkan warga binaan dalam operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini tengah dibangun di lingkungan rutan. Program tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan dan reintegrasi sosial warga binaan.

Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, mengatakan pembangunan dapur SPPG saat ini telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, operasional dapur akan dimulai pada Agustus mendatang.

Menurut Rachmad, sekitar 20 warga binaan akan dilibatkan dalam operasional dapur dari total 1.264 penghuni Rutan Samarinda saat ini. Namun, tidak semua warga binaan dapat mengikuti program tersebut.

“Warga binaan yang akan bekerja di Dapur SPPG harus melalui proses asesmen, sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), dan mendapatkan izin khusus. Jadi tidak serta-merta semua bisa dilibatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, warga binaan yang lolos seleksi akan ditempatkan pada pekerjaan pendukung, seperti mencuci peralatan, menyortir bahan makanan, membantu proses memasak, hingga pekerjaan teknis lainnya di area dapur.

“Perannya lebih kepada pekerjaan pendukung, seperti mencuci, menyortir bahan makanan, membantu proses memasak, dan pekerjaan teknis lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, posisi yang membutuhkan kompetensi khusus akan diisi oleh tenaga profesional dari luar, seperti kepala SPPG, ahli gizi, hingga petugas distribusi makanan.

“Kepala SPPG, ahli gizi, pengantar makanan, dan tenaga profesional lainnya akan diisi oleh pihak luar yang ditunjuk pengelola,” katanya.

Rachmad menegaskan warga binaan yang terlibat tidak menerima gaji sebagaimana pekerja pada umumnya. Sebagai gantinya, mereka memperoleh premi kerja yang akan disimpan dalam rekening tabungan dan dapat dimanfaatkan setelah bebas.

“Premi kerja itu akan disimpan melalui rekening tabungan dan dapat digunakan setelah mereka selesai menjalani masa pidana,” tuturnya.

Lebih jauh, ia menyebut pengalaman bekerja di dapur SPPG diharapkan menjadi bekal keterampilan yang berguna ketika warga binaan kembali ke masyarakat. Bahkan, mereka yang mendekati masa bebas berpeluang direkrut oleh yayasan atau pengelola SPPG apabila memenuhi kriteria yang dibutuhkan.

“Harapannya, pengalaman yang mereka peroleh selama bekerja di dapur bisa menjadi bekal keterampilan dan membuka peluang kerja setelah bebas nanti,” ujarnya.

Menurut Rachmad, prioritas akan diberikan kepada warga binaan yang menunjukkan perilaku baik, disiplin, dan telah dipercaya membantu berbagai pekerjaan di lingkungan rutan.

Selain aspek pembinaan, Rutan Samarinda juga memastikan seluruh standar kesehatan dan sanitasi terpenuhi sebelum dapur mulai beroperasi. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan telah dilakukan untuk memastikan seluruh pekerja memenuhi persyaratan kesehatan yang berlaku.

“Standar operasional Dapur SPPG cukup ketat, mulai dari sanitasi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga kesehatan para pekerja. Seluruh warga binaan yang terlibat nantinya harus menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Program ini diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui SPPG, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang mampu meningkatkan keterampilan dan peluang kerja warga binaan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana