Kapolda Kaltim: Kawat Berduri untuk Cegah Gangguan, Bukan Halangi Aspirasi

Polda Kaltim menegaskan pemasangan kawat berduri di kawasan Kantor Gubernur Kaltim sebagai upaya mencegah gangguan.
Devi Nila Sari
1.3k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemasangan kawat berduri di Kantor Gubernur Kaltim sebagai upaya menghadapi aksi unjuk rasa menuai atensi dari banyak pihak. Sejumlah pihak menilai persiapan ini berlebihan, bahkan berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Menyikapi hal ini, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menegaskan bahwa pemasangan kawat berduri bersifat preventif, guna mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban.

“Pagar kawat itu dipasang untuk mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan hal-hal negatif. Kalau tidak ada niat jahat, tentu tidak ada masalah,” tuturnya saat diwawancarai awak media usai apel persiapan pengamanan aksi di Halaman GOR Segiri, Senin (20/4/2026).

Ia memastikan, pengamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan tidak dimaksudkan untuk membatasi penyampaian aspirasi masyarakat. Menurutnya, fasilitas pengamanan tersebut justru untuk menjaga agar aksi tetap berjalan tertib dan aman.

Selain di kantor gubernur, pengamanan juga difokuskan di kawasan DPRD Kaltim sebagai titik utama aksi. Aparat gabungan pun telah disiagakan untuk mengawal jalannya demonstrasi, termasuk mengamankan sejumlah objek vital di sekitar lokasi.

“Ini bagian dari upaya kita menghindari potensi gangguan. Kita ingin semua berjalan aman, aspirasi tersampaikan, dan situasi tetap kondusif,” tegasnya.

Polda Kaltim juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan aksi untuk kepentingan tertentu yang berpotensi menimbulkan kericuhan. Masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Adapun total personel pengamanan yang disiapkan mencapai 2.263 orang, terdiri dari 1.599 personel kepolisian dan 70 personel TNI, serta unsur pendukung lainnya. Seluruhnya akan menjalankan peran masing-masing dalam pengamanan di lapangan.

“Untuk penambahan dan lainnya nanti kita sesuaikan lagi dengan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana