Pasar Pagi Samarinda Belum Ramai, Sekitar 800 Kios Masih Kosong

Pasar Pagi Samarinda masih menghadapi persoalan rendahnya keterisian kios. Data sementara Disdag Samarinda mencatat sekitar 800 kios belum ditempati pedagang.
Fajri
By
4.1K Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menghadapi persoalan banyaknya kios di Pasar Pagi yang belum ditempati pedagang. Berdasarkan data sementara Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, sekitar 800 kios hingga kini masih dalam kondisi kosong.

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, mengatakan pemerintah belum akan langsung mengambil tindakan terhadap pedagang yang belum menempati kios. Data tersebut terlebih dahulu akan diverifikasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Yang penting, kami memiliki datanya terlebih dahulu. Setelah itu kami akan verifikasi kembali. Jadi bukan berarti hari ini langsung mengambil tindakan,” kata Nurrahmani.

Menurutnya, banyaknya kios yang belum terisi menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dicarikan solusi. Sebab, tingkat keterisian kios berkaitan dengan aktivitas perdagangan dan keramaian di kawasan Pasar Pagi.

Semakin banyak kios yang ditempati, kata dia, semakin besar pula peluang aktivitas jual beli kembali tumbuh dan menarik masyarakat untuk berkunjung.

Karena itu, Disdag Samarinda berencana menggelar diskusi bersama perwakilan pedagang untuk membahas berbagai persoalan yang masih dihadapi setelah proses relokasi dan penempatan kios.

Forum tersebut akan menjadi ruang untuk mencari solusi bersama, termasuk membahas langkah yang dapat dilakukan pemerintah maupun pedagang untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di Pasar Pagi.

Nurrahmani yang akrab disapa Yama itu menekankan, kesepakatan yang nantinya dihasilkan harus diikuti dengan komitmen dari seluruh pihak.

“Kalau sudah melalui perwakilan, berarti masing-masing perwakilan juga harus memiliki komitmen untuk bersama-sama mengatur dan menjalankan kesepakatan yang dibuat,” ujarnya.

Ia mengatakan pembahasan mengenai Pasar Pagi tidak akan selesai hanya melalui satu kali pertemuan. Pemerintah akan mengidentifikasi dan mengurutkan persoalan yang ada untuk kemudian dibahas secara bertahap.

Pemkot Samarinda juga membuka ruang bagi pedagang untuk menyampaikan usulan mengenai konsep maupun kegiatan yang dinilai dapat meningkatkan kunjungan masyarakat dan menghidupkan kembali aktivitas perdagangan.

“Kami diskusikan bersama untuk mencari titik temunya,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana