8 Titik Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan di Kukar

Pemkab Kukar menyiapkan 8 titik Kampung Nelayan Merah Putih. Hal ini sebagai upaya peningkatan kesejahteraan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas nelayan.
Devi Nila Sari
1.8K Views

Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan delapan titik Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar Muslik mengatakan, program tersebut diarahkan untuk mempermudah berbagai aktivitas nelayan, mulai dari penangkapan, pendaratan hasil tangkapan, pengolahan hingga penyediaan perbekalan.

“Tujuannya tidak lain untuk membantu nelayan agar lebih lancar dalam menjalankan usahanya. Harapannya aktivitas mereka bisa berkembang dan kesejahteraannya meningkat,” tuturnya.

Dari 11 lokasi yang sebelumnya diusulkan, sebanyak delapan titik mendapat persetujuan. Lokasinya tersebar di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa, serta Kuala Samboja, Kecamatan Samboja.

Tiga lokasi lainnya berada di Pela dan Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, serta Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai.

Muslik menjelaska, kebutuhan nelayan di wilayah pesisir dan perairan umum memiliki karakteristik berbeda. Nelayan sungai dan danau umumnya menggunakan perahu berukuran kecil seperti ketinting, sedangkan nelayan laut dapat menggunakan armada dan alat tangkap yang lebih beragam sesuai wilayah operasionalnya.

Meski demikian, menurutnya, kedua kelompok nelayan tetap membutuhkan sarana dan prasarana pendukung untuk meningkatkan produktivitas.

“Kampung Nelayan Merah Putih ini intinya mendorong agar nelayan lebih maju lagi. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan diharapkan bisa menunjang kegiatan mereka,” ujarnya.

Muslik mengungkapan, salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan.

Ia berharap, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih dapat turut membuka akses terhadap BBM bersubsidi.

“BBM menjadi salah satu kendala nelayan saat ini. Kami berharap di kampung nelayan yang menjadi hub utama nantinya dapat dibangun SPBUN, sehingga kebutuhan BBM nelayan bisa lebih mudah terpenuhi,” pungkasnya. (Adv/diskominfokukar/dn)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana