
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ahmad Sopian mendorong Pemkot Samarinda cegah DBD kembali mewabah. Terlebih memasuki musim penghujan, yang menyebabkan DBD kerap menghantui Kota Tepian.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Memasuki musim penghujan, Samarinda kembali dihantui berbagai problem menahunnya. Selain banjir dan tanah longsor, persoalan juga datang dari sebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Oleh sebab itu Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmad Sopian mendorong agar sebaran penyakit DBD bisa segera diantisipasi. Caranya, dengan meningkatkan kerja dan pelayanan di rumah sakit.
Maupun fasilitas kesehatan yang ada di Kota Tepian. Melalui operasi perangkat daerah (OPD) yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
“Ini masuk musim hujan, jadi DBD patut untuk diwaspadai,” ucapnya, Kamis (09/02/2023).
Selain waspada dan mengimbau masyarakat, Sopian juga menekankan kalau Pemkot Samarinda harus memiliki peran penting dalam pencegahannya. Salah satunya, dengan mengadakan gotong royong bersih-bersih di lingkungan tempat tinggal.
“Paling tidak harus ada antisipasi sebelum penyakit DBD menyebar dan bertambah banyak,” katanya.
Selain melakukan pengendalian DBD, pemerintah memalui OPD terkait juga harus giat melakukan sosialisasi tentang penyakit DBD. Hal itu dalam rangka memahamkan masyarakat dan mencegah terjatuhnya korban.
Sebab, ia mengakui, kerapkali kasus DBD terulang karena minimnya pengetahuan masyarakat akan cara pencegahan DBD. Termasuk, pengendaliannya ketika DBD telah mewabah.
“Sosialisasi hidup sehat juga penting dilakukan secara masif. Pemerintah perlu gencar kampanye pengendalian DBD bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kasus DBD di Samarinda tercatat paling tinggi di Kaltim. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, untuk 1 Oktober 2022 saja kasus DBD di Kota Tepian tercatat mencapai 1.299 kasus. Dari jumlah tersebut, ada 9 kasus kematian hingga 1 Oktober 2022. (adv/dprdsamarinda/upk)
Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari