Senin , Juli 22 2024
Dewan Sorot Pembebasan Lahan Warga 704 Hektar di Loktunggul Sangat Murah
Wakil Ketua II DPRD Bontang Agus Haris. (Nuraini/Akurasi.id)

Dewan Sorot Pembebasan Lahan Warga 704 Hektar di Loktunggul Sangat Murah

Loading

Menurut AH, Harga Jual Pembebasan Lahan Loktunggul yang Diterima Masyarakat Sangat Merugikan

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menyoroti pembebasan lahan seluas 704 hektar di kawasan Loktunggul, Bontang Lestari. Wilayah yang masuk Kawasan Industri Bontang ini dibebaskan dengan harga sangat murah, yakni hanya Rp10 ribu per meternya.

Jual beli lahan warga itu diketahui sudah lama berproses untuk dibebaskan tanpa adanya pengetahuan dari DPRD Bontang. Wakil Ketua II DPRD Bontang Agus Haris mengatakan, pihaknya baru mengetahui bahwa sebelumnya dilakukan rapat komisi secara daring terkait pembebasan lahan itu.

Menurutnya hal tersebut sangat komprehensif mengingat ini adalah kawasan yang telah ditetap dalam peraturan daerah (perda) sebagai kawasan industri. “Apalagi yang mewakili masyarakat pada rapat tersebut hanya satu dua orang saja,” ungkapnya kepada wartawan Akurasi.id, Selasa (9/7/2024).

Jasa SMK3 dan ISO

Ia mempertanyakan, kebijakan pemerintah terkait peruntukkan industri dan kawasan industri Kota Bontang. Termasuk Perda Tata Ruang yang hingga kini belum disepakati Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan tersebut.

“Apa yang menjadi dasar Tim Tata Ruang dan camat terkait penetapan harga beli tanah tersebut? Karena setahu kami belum disepakati Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait RDTR yang diubah menjadi perda,” tanya Agus Haris dalam Rapat Dengar Pendapat terkait pembebasan lahan di Kawasan Industri Bontang.

Dengan harga jual yang diterima masyarakat, menurut pria yang akrab disapa AH itu sangat merugikan masyarakat. Sebab menurutnya masuk kawasan industri, nilai harga jual di wilayah tersebut seharusnya tinggi.

“Saat lahan itu dibangun sebuah industri, akan menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat, sedangkan yang diterima masyarakat kita itu sangat sedikit. Belum lagi, mereka juga yang akan merasakan dampak lingkungannya,” sambungnya.

Baca Juga  Komisi II DPRD Bontang Mulai Godok Raperda Perumda dan Aneka Usaha Jasa

Menjawab hal itu, Camat Bontang Selatan Kamsal mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti terkait nilai harga jual tanah masyarakat di kawasan itu. Katanya, harga yang tersebut merupakan kesepakatan antar pembeli yakni PT Kawasan Industri Bontang (KIB) langsung dengan masyarakat yang memiliki lahan.

“Jadi kami hanya membantu proses administrasi saja, dan masyarakat yang memiliki tanah sendiri yang datang untuk dibuatkan surat tanahnya,” ucap Kamsal. (adv/dprdbontang/nur/uci)

 

Penulis: Nuraini
Editor: Suci Surya Dewi

Print Friendly, PDF & Email

cek juga!

Abdul Malik Apresiasi Kecamatan Bontang Selatan Juara Umum MTQ XVII Tingkat Kota

Abdul Malik Apresiasi Kecamatan Bontang Selatan Juara Umum MTQ XVII Tingkat Kota

Sukses MTQ XVII Tingkat Kota, Abdul Malik Mengimbau Seluruh Pihak Agar Memberi Dukungan Terbaik Pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page