Tak Mau Tunggu Lama, Distanak Kukar Pilih Ayam Pullet untuk Percepat Produksi Telur

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) mengarahkan rencana pengembangan ayam petelur menggunakan jenis pullet, bukan anak ayam umur sehari atau DOC.
Fajri
By
2.6K Views

Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengarahkan rencana pengembangan peternakan ayam petelur menggunakan ayam jenis pullet. Pilihan ini dipertimbangkan agar peternakan dapat memasuki masa produksi telur lebih cepat dibandingkan jika pemeliharaan dimulai dari anak ayam umur sehari atau day-old chick (DOC).

Kepala Distanak Kukar, Moh Rifani, mengatakan pihaknya masih menghitung jumlah ayam yang akan disiapkan. Penghitungan tersebut dilakukan seiring dengan penyesuaian skema pengadaan yang mengarah pada ayam dara yang telah melewati fase awal pertumbuhan.

“Nah, ini kami masih berhitung karena nanti kita akan pilih ayam, bukan bibit, bukan DOC, ya, tapi dia pullet,” katanya.

Menurut Rifani, pemilihan ayam pullet menjadi salah satu pertimbangan teknis dalam menyusun program pengembangan peternakan ayam petelur. Dengan menggunakan ayam yang sudah melewati fase awal pertumbuhan, waktu menuju masa produksi telur diharapkan lebih singkat.

“Beberapa bulan dia sudah bisa bertelur. Kalau dari DOC, kan perlu beberapa bulan, sekitar tiga sampai empat bulan,” jelasnya.

Selain mempertimbangkan waktu produksi, Distanak Kukar juga melihat peluang pasar sebagai dasar pengembangan peternakan tersebut. Menurut Rifani, kebutuhan telur di Kukar masih banyak dipenuhi dari pasokan luar daerah sehingga produksi lokal dinilai memiliki peluang untuk berkembang.

“Iya, pasarnya yang kita lihat. Telur itu banyak dari luar,” ujarnya.

Rifani menilai, telur yang diproduksi di dalam daerah berpotensi memiliki keunggulan dari sisi kesegaran karena tidak perlu menempuh perjalanan distribusi sejauh produk yang didatangkan dari luar Kukar.

“Kelebihan kita, telurnya nanti lebih segar karena diproduksi lokal. Nah, kemenangan kita itu,” tuturnya.

Untuk lokasi pengembangan, Distanak Kukar telah mengidentifikasi sejumlah kecamatan yang masuk dalam rencana awal, yakni Kota Bangun, Muara Muntai, Kota Bangun Darat, Loa Janan, dan Loa Kulu.

“Di beberapa kecamatan, misalnya seperti Kota Bangun, Muara Muntai, Kota Bangun Darat, Loa Janan, dan Loa Kulu,” ungkapnya.

Selain pengembangan ayam petelur, Distanak Kukar juga menyiapkan kegiatan lain, termasuk pengembangan irigasi. Namun, jumlah ayam yang akan didatangkan dan rincian pelaksanaan program peternakan tersebut masih dalam tahap penghitungan.

“Distanak sendiri, yang pasti, tetap ada ayam petelur, irigasi, dan lain sebagainya,” pungkasnya. (Adv/diskominfokukar/dn)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana