Disperkim Akui Perluasan Layanan Air Bersih di Kukar Masih Terbentur Jarak dan Biaya

Perluasan layanan air bersih di Kukar masih menghadapi tantangan serius dari sisi geografis. Luas wilayah Kukar membuat jarak antar pemukiman cukup jauh, sehingga pembangunan jaringan air membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
kaltim_akurasi
2.7K Views

Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Perluasan layanan air bersih di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, masih menghadapi tantangan serius dari sisi geografis. Luas wilayah Kukar yang mencapai puluhan ribu kilometer persegi membuat jarak antar pemukiman satu dengan lainnya cukup jauh, sehingga pembangunan jaringan distribusi membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Kondisi tersebut diakui Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, M Aidil. Menurutnya, dari sisi kewilayahan, seluruh kecamatan di Kukar sebenarnya telah terlayani jaringan air bersih. Namun, jika dilihat lebih detail hingga ke tingkat desa, pelayanan yang diberikan belum sepenuhnya maksimal.

“Kalau kecamatan semuanya sudah mendapatkan layanan air bersih. Tapi, masih ada desa yang belum terlayani secara maksimal,” tuturnya.

Aidil menjelaskan, pemukiman yang berada di pinggiran dan terpencil menjadi yang paling sulit dijangkau oleh jaringan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mahakam Kukar. Selain faktor jarak, kondisi tanah, medan yang berbukit, hingga kawasan yang dilintasi sungai dan rawa juga menjadi kendala teknis dalam pemasangan pipa distribusi.

Untuk menjangkau pemukiman yang belum dapat dilayani jaringan perumdam, pemerintah daerah menyiapkan alternatif melalui pembangunan sistempenyediaan air minum (SPAM) desa. Program ini dinilai lebih fleksibel karena dapat dibangun secara lokal sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa, tanpa harus terhubung langsung dengan jaringan induk PDAM yang jaraknya puluhan kilometer.

“Kami akan mencoba membangun SPAM desa untuk satu permukiman yang tidak terlayani PDAM,” ujar Aidil.

Ia menyebut, masih terdapat sekitar tiga desa yang menjadi perhatian khusus pemerintah dan ditargetkan dapat diselesaikan melalui pembangunan SPAM desa pada tahun depan. Ketiga desa tersebut diharapkan menjadi percontohan sekaligus solusi jangka menengah untuk memastikan seluruh warga Kukar memiliki akses terhadap air bersih yang layak.

“Insya Allah, mungkin tahun depan kita akan selesaikan pembangunan SPAM desa,” tutupnya.

Pemerintah daerah sendiri terus berupaya meningkatkan cakupan layanan air bersih sebagai bagian dari target pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan adanya SPAM desa, warga di wilayah terpencil tidak lagi harus bergantung pada sumber air tradisional yang kualitasnya belum terjamin. (adv/diskominfokukar/dn)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana