DPRD Apresiasi Inovasi Siswa SMA 9 Samarinda Lewat Program P5

Devi Nila Sari
155 Views

DPRD apresiasi inovasi siswa SMA 9 Samarinda. Karena mampu menerapkan program P5 menjadi kegiatan kreatif yang memiliki nilai jual.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi, mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi para siswa SMA 9 Samarinda, dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), para siswa di sekolah menengah ini, memamerkan berbagai karya kreatif bertajuk Panen Raya. Hal yang paling mengesankan, karya ini dibuat dari bahan-bahan daur ulang.

Menurut Maswedi, sistem kurikulum P5 memberikan angin segar bagi dunia pendidikan. Ia menilai, pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mengedepankan praktik langsung mampu mengubah paradigma belajar secara signifikan.

- Advertisement -
Ad image

“Kalau dulu, murid hanya duduk mendengarkan guru, sekarang mereka diberi ruang untuk berekspresi dan mencoba langsung. Ini sangat positif untuk membentuk karakter dan kemampuan mereka,” ungkapnya.

Dalam kegiatan itu, para siswa menampilkan berbagai produk kreatif seperti tas belanja dari tutup botol bekas, keranjang dari plastik daur ulang, hingga tempat pensil yang dibuat dari kertas sisa. Seluruh hasil karya tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga nilai jual yang menjanjikan.

“Tutup botol yang dulunya dianggap sampah, kini jadi barang yang bisa dibanggakan. Ini luar biasa,” katanya.

Program P5 Tunjukkan Semangat Gotong royong, Kemandirian dan Kreativitas

Ia menilai, konsep yang dikembangkan siswa dalam program P5 ini layak menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Jika sekolah dan guru memberikan dukungan penuh, kreativitas semacam ini sangat mungkin ditularkan ke lebih banyak pelajar.

Lebih lanjut, Maswedi juga menyoroti, pentingnya nilai edukasi lingkungan yang dibangun dari program ini. Dikatakannya, para siswa secara langsung belajar tentang pentingnya pengelolaan sampah, serta cara mengolahnya menjadi produk bernilai.

“Ini bukan sekadar kegiatan seni, tetapi juga edukasi lingkungan yang tinggi. Mereka belajar memilah, mengolah, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ini menunjukkan semangat gotong royong, kemandirian, serta kreativitas yang luar biasa,” tegasnya.

Program P5 sendiri bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Konsep ini diterjemahkan dalam berbagai proyek pembelajaran yang relevan dengan isu-isu sosial dan lingkungan.

Maswedi berharap, pendekatan pembelajaran semacam ini bisa terus dikembangkan dan mendapat dukungan dari semua pihak. Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli lingkungan dan memiliki semangat kewirausahaan sejak dini.

“Ini contoh nyata pendidikan yang membumi, menyentuh langsung kehidupan sehari-hari. Semoga makin banyak sekolah yang menerapkan pola seperti ini,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda/zul)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana