DPRD Bontang Nilai Pembinaan Pemuda Jadi Kunci Pencegahan Narkoba dan Kenakalan Remaja

DPRD Bontang menegaskan pembinaan berkelanjutan lebih efektif mencegah narkoba dibanding mengandalkan penindakan hukum semata bagi pemuda
Suci
By
2.3K Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menilai pembinaan generasi muda harus menjadi prioritas pemerintah sebagai langkah preventif untuk menekan penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja.

Menurutnya, pendekatan pembinaan jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan penindakan hukum terhadap para pengguna narkoba. Hal tersebut disampaikan Rustam saat diwawancarai usai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kepemudaan, Kamis (2/7/2026). Ia mengatakan, kehadiran regulasi kepemudaan diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah dalam memperkuat program pembinaan dan pemberdayaan generasi muda.

Menurut Rustam, pemuda merupakan aset pembangunan yang perlu diberikan ruang untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya. Karena itu, pemerintah harus menyediakan wadah yang mampu menyalurkan kreativitas sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Pemuda harus diberikan wadah dan pembinaan. Ke depan mereka harus mampu menjadi pribadi yang mandiri, bahkan memiliki jiwa entrepreneur. Makanya kita siapkan ruang seperti Rumah Milenial agar mereka bisa menyalurkan bakat, baik di bidang seni, musik, melukis, jurnalistik maupun ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia menilai, tersedianya ruang berkegiatan yang positif akan mengurangi potensi anak muda terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan yang berisiko.

Rustam juga menyoroti tingginya kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan generasi muda. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama, tidak hanya dari aparat penegak hukum, tetapi juga pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Kalau hanya ditangkap, saya rasa itu bukan solusi yang menyelesaikan masalah. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka dibina, diberikan edukasi, dan diarahkan supaya tidak kembali terjerumus,” katanya.

Ia menjelaskan, banyak pengguna narkoba berasal dari kalangan yang mengalami persoalan sosial maupun lingkungan pergaulan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan sejak dini agar anak-anak memiliki aktivitas positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang negatif.

Rustam juga mendorong agar instansi terkait, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat kepolisian, terus memperkuat edukasi mengenai bahaya narkoba kepada kalangan pelajar dan pemuda. Menurutnya, pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dilakukan secara berkelanjutan dibanding hanya mengedepankan tindakan represif.

“Kalau pembinaan berjalan baik, mereka punya kegiatan, punya cita-cita, dan merasa diperhatikan, peluang untuk terjerumus ke narkoba tentu bisa ditekan. Pemerintah harus hadir mendampingi generasi muda agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang produktif dan mampu berkontribusi bagi daerah,” tutup Rustam. (adv/dprdbontang/cha/uci)

Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana