Komisi B DPRD Bontang Nilai Videotron Berpotensi Jadi Sumber PAD Berkelanjutan

DPRD Bontang berharap pengelolaan videotron mampu memperkuat PAD sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan masyarakat berkelanjutan
Suci
By
2.4k Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Komisi B DPRD Bontang menilai keberadaan videotron milik Pemerintah Kota Bontang memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang optimal, aset tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan.

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan pemanfaatan videotron sebagai media promosi berbayar merupakan langkah positif yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, capaian pendapatan dari penyewaan videotron pada semester pertama tahun 2026 menjadi bukti bahwa aset daerah dapat menghasilkan nilai ekonomi apabila dikelola secara maksimal.

Ia menjelaskan, lokasi videotron yang berada di sejumlah titik strategis di Kota Bontang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha maupun perusahaan yang ingin memperkenalkan produk dan layanan mereka kepada masyarakat.

“Potensinya cukup besar karena titik pemasangannya berada di lokasi yang ramai dilalui masyarakat. Tinggal bagaimana promosi layanan ini diperkuat agar semakin banyak perusahaan dan pelaku usaha yang memanfaatkannya,” ujar Rustam.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus melakukan inovasi dalam pengelolaan aset agar tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas publik, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.

Rustam menegaskan, upaya meningkatkan PAD melalui optimalisasi aset merupakan bagian dari strategi memperkuat kemandirian fiskal Kota Bontang. Semakin besar pendapatan yang diperoleh dari aset daerah, semakin luas pula ruang fiskal pemerintah dalam membiayai program pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mendorong organisasi perangkat daerah terkait untuk terus memperluas sosialisasi kepada kalangan dunia usaha mengenai layanan penyewaan videotron. Dengan semakin banyak pengguna, kontribusi terhadap PAD diyakini akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, menyampaikan bahwa hingga Juni 2026 pendapatan dari penyewaan videotron telah mencapai Rp9,75 juta. Penerimaan tersebut mulai diperoleh sejak kebijakan pemungutan retribusi resmi diberlakukan pada Februari 2026.

Diskominfo juga terus memperkenalkan layanan tersebut kepada pelaku usaha melalui berbagai kegiatan promosi. Selain itu, pemerintah menyiapkan sejumlah program menarik, termasuk penambahan masa tayang bagi penyewa yang memenuhi ketentuan tertentu.

Rustam berharap pengelolaan videotron dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menjadi salah satu sumber PAD yang berkelanjutan serta menjadi contoh keberhasilan pemanfaatan aset daerah secara produktif.

“Setiap pendapatan yang masuk tentu akan kembali untuk mendukung pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu aset yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tutupnya. (adv/dprdbontang/cha/uci)

Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana