Sampah Bernilai Ekonomi, DPRD Bontang Bidik Konsep Pengurangan Limbah ke TPA

DPRD Bontang berharap Pemkot Bontang mengkaji konsep pemanfaatan teknologi RDM untuk pengolahan sampah
Suci
By
2.9K Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Komisi C DPRD Bontang mendorong pemerintah daerah untuk mengubah cara pandang dalam menangani persoalan sampah. Sampah tidak lagi dianggap hanya sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi perlu dikembangkan menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Bonnie Sukardi mengatakan, pengelolaan sampah ke depan harus lebih berorientasi pada pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Menurutnya, memperluas TPA bukan menjadi satu-satunya jalan keluar apabila produksi sampah terus meningkat.

“Kita harus mulai berpikir bagaimana sampah yang ada bisa dikurangi sebelum sampai ke TPA. Kalau semuanya hanya berakhir di sana, masalahnya tidak akan selesai,” ujar Bonnie.

Ia menjelaskan, sejumlah daerah telah berhasil menerapkan konsep pengelolaan sampah terpadu dengan memaksimalkan proses pemilahan, daur ulang, hingga pengolahan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan teknologi Refuse Derived Material (RDM), yaitu pengolahan sampah menjadi bahan yang memiliki nilai guna, termasuk bahan bakar alternatif maupun material untuk kebutuhan industri.

Menurut Bonnie, konsep tersebut dapat menjadi salah satu opsi yang dikaji Pemerintah Kota Bontang. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi daerah, mulai dari karakteristik sampah, kesiapan infrastruktur, hingga kemampuan pengelolaan.

“Setiap daerah punya kondisi berbeda. Yang penting kita pelajari dulu bagaimana sistemnya berjalan, lalu disesuaikan dengan kebutuhan Bontang,” katanya.

Selain mengurangi beban TPA, pengelolaan sampah berbasis ekonomi juga dinilai dapat membuka peluang baru bagi masyarakat. Sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi barang yang memiliki manfaat dan potensi pemasukan.

Bonnie menilai, konsep tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah menjadi langkah awal yang penting agar pengolahan dapat berjalan efektif.

Komisi C juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan kajian terhadap daerah yang telah berhasil mengembangkan sistem persampahan modern. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pengelolaan sampah di Bontang.

Ia berharap ke depan Bontang tidak hanya fokus pada proses pengangkutan dan pembuangan sampah, tetapi mampu membangun sistem yang memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi.

“Kalau sampah bisa dikelola dengan baik, maka kita tidak hanya mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai baru yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (adv/dprdbontang/cha/uci)

Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana