EBIFF 2025 Resmi Ditutup, Wagub Kaltim Pastikan Gelaran Internasional Ini Berlanjut

Fajri
By
845 Views

East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 resmi ditutup di Samarinda. Wagub Kaltim Seno Aji menegaskan komitmen menjadikan festival budaya internasional ini sebagai agenda tahunan berkelanjutan.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Perhelatan akbar East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 di Kota Samarinda resmi ditutup pada Senin malam (28/7/2025). Namun, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi, menegaskan bahwa ajang ini akan terus berlanjut sebagai agenda tahunan bertaraf internasional.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk menjadikan EBIFF sebagai agenda budaya bertaraf internasional yang berkelanjutan,” kata Wagub saat menyampaikan sambutan penutupan di Stadion Kadrie Oening, Samarinda.

Wagub mengajak seluruh elemen—baik pemerintah, pelaku budaya, hingga masyarakat—untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya. Menurutnya, keberagaman budaya merupakan identitas dan kebanggaan bangsa yang harus dijaga.

Ia juga menyebut bahwa EBIFF tak hanya menjadi ajang diplomasi budaya, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata serta kekayaan budaya lokal Kalimantan Timur di mata dunia.

Wagub turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh delegasi dari berbagai negara seperti Rusia, Polandia, Rumania, India, Korea Selatan, serta perwakilan dari sejumlah provinsi di Indonesia.

“Kehadiran mereka memberi warna baru, inspirasi, serta semangat persaudaraan yang sangat terasa selama festival berlangsung,” ujarnya.

Mengusung tema Symphony of The World in Borneo, EBIFF 2025 menampilkan ragam seni budaya—tarian, musik, hingga ekspresi tradisi dari berbagai bangsa—yang berpadu harmonis di panggung Kalimantan Timur.

Lebih lanjut, Wagub juga menyoroti peran EBIFF dalam memperkuat ekonomi kreatif dan UMKM berbasis budaya. Ia menilai, kolaborasi antara seniman, pelaku usaha, dan komunitas kreatif menjadi pondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung visi Kalimantan Timur menuju generasi emas.

“Mari terus jadikan EBIFF sebagai simbol kebanggaan budaya kita. Jaga semangat persaudaraan ini agar tetap hidup lintas generasi, sehingga warisan budaya kita tidak akan pernah pudar,” pungkasnya. (Adv/diskominfokaltim/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana