Disdikbud Kaltim bakal ambil langkah tegas untuk menanggapi keluhan para siswa soal guru jarang masuk kelas. Namun pihaknya akan tinjau perkara sebelum memberi sanksi.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim soroti terkait keluhan para siswa yang mendapati guru lalai. Terutama dalam menjalankan tugas pokok dalam proses belajar mengajar.
Menyoroti hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Disdikbud Kaltim Muhammad Jasniansyah memberikan tanggapan terkait beberapa keluhan siswa terhadap guru yang jarang masuk di kelas. Menurutnya seorang guru tidak sepantasnya melalaikan tugasnya sebagai seorang pengajar.
“Tentu kami akan menelusuri terlebih dahulu, apa yang menjadi alasan serta kendala yang dihadapi oknum guru tersebut. Sehingga meninggalkan kewajibannya sebagai tenaga pendidik,” tuturnya saat ditemui Akurasi.id di ruang kerjanya, pada Jumat (11/8/2023) lalu.
Dia menuturkan akan terus melakukan pendalaman serta pendataan untuk memastikan adanya guru yang meninggalkan jam pelajaran di sekolah.
Baca Juga
“Kalau memang ditemukan laporan terkait hal tersebut. Jika memang benar, kami akan laporkan kepada sekolah yang bersangkutan,” ujarnya.
Disdikbud Kaltim sendiri, kata Jasni (sapaannya), hal tersebut memang tidak mudah untuk langsung menjatuhkan sanksi. Menurutnya, perlu adanya pertimbangan serta meninjau lebih dalam lagi terkait sejumlah laporan guru yang jarang mengajar di kelas.
“Kami belum bisa memberikan sanksi, perlu dilakukan tinjauan lagi perkaranya seperti apa. Kemudian dari sekolah mana saja. Kami perlu mencari tahu terlebih dahulu alasan-alasan mereka kenapa tidak mengajar ke dalam kelas,” jelasnya.
Baca Juga
Dia berharap, oknum guru yang jarang masuk untuk lebih bertanggung jawab lagi dengan tugas dan kewajiban yang harus dijalankan sebagaimana mestinya.
“Konsisten lagi untuk mengajar di dalam kelas, karena guru ini merupakan ujung tombak dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah,” harapannya. (adv/disdikbudkaltim/zul/uci)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi