Hadiri Pesta Adat Pelas Tanah, Staf Ahli Benny: Ini Menjadi Kebangkitan Pariwisata

Devi Nila Sari
119 Views

Gubernur Kaltim Isran Noor mengapresiasi gelaran Pesta Adat Pelas Tanah ke-7 di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Sebagai momentum kebangkitan pariwisata Kutai Timur.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pesta Adat Pelas Tanah ke-7 di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, baru saja digelar pada Jumat 21 Oktober 2022 lalu. Agenda ini dihadiri oleh Staf Ali Gubernur Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat, Christians Benny, mewakili Gubernur Kaltim, Isran Noor. Hadir pula jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Ketua/Anggota DPRD Kutim, para tokoh adat, tokoh masyarakat, seniman dan budayawan Kutai Timur serta ratusan warga.

Dalam sambutan atas nama Pemprov Kaltim, Gubernur Isran Noor menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pesta Adat Pelas Tanah 7 Kabupaten Kutai Timur. Pesta Adat ini menjadi kegiatan positif dalam upaya melestarikan budaya dan momentum berharga untuk menyukseskan Tahun Kunjungan Wisata Kaltim 2022.

“Pesta adat ini menjadi kebangkitan, kemajuan dan kejayaan pariwisata untuk masyarakat Kutai Timur dan Kalimantan Timur,” ujarnya.

Gubernur Apresiasi Masyarakat Kutim Atas Upaya Pelestarian Seni Budaya

Terlebih lagi, lanjutnya, Pesta Adat Pelas Tanah 7 dapat digelar setelah dua tahun masa pandemi Covid-19. Ia mengakui, Pesta Adat Pelas adalah ungkapan kegembiraan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang berdimensi sangat luas, khususnya pelestarian dan pengembangan kebudayaan, adat istiadat Kutai dan pariwisata di Kaltim. Serta, kemajuan dunia kepariwisataan Indonesia.

Tak lupa, secara khusus Gubernur menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemkab Kutai Timur, para tokoh adat, tokoh masyarakat, seniman dan budayawan Kutai. Karena, kesungguhannya tetap setia dan bertanggung jawab melestarikan seni budaya Tanah Kutai, terutama di Kutai Timur terpelihara hingga kini.

“Ini tentu menjadi kewajiban kita bersama. Melestarikan dan mewariskan nilai-nilai seni budaya Pelas Tanah kepada generasi sekarang. Agar tetap terjaga, diterima dan dihargai oleh bangsa sendiri maupun bangsa lain di dunia,” tutupnya. (*/adv/diskominfokaltim/yans/her/gzy)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana