Kaltim catat prevalensi depresi tertinggi kedua di Indonesia. Dinkes imbau warga jaga kesehatan mental dan kelola stres dengan baik.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kalimantan Timur mencatatkan angka prevalensi depresi tertinggi kedua secara nasional pada 2023 lalu. Hal ini terungkap dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI).
Berdasarkan data tersebut, prevalensi depresi secara nasional mencapai 1,4 persen, yang berarti sekitar 1 dari 100 penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami depresi. Jawa Barat menjadi provinsi dengan prevalensi tertinggi sebesar 3,3 persen, disusul Kalimantan Timur di posisi kedua dengan 2,2 persen.
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa tingginya angka depresi menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Kita semua harus menjaga kesehatan mental, apalagi di tengah berbagai tekanan dan persoalan yang saat ini melanda masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Samarinda, Kamis (17/4/2025).
Ia menjelaskan, berbagai faktor global seperti ketidakpastian ekonomi dan sosial, serta tekanan hidup sehari-hari, berpotensi meningkatkan risiko gangguan mental. Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar aktif mengelola stres dengan cara-cara positif.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain rutin berolahraga, untuk menurunkan hormon stres dan meningkatkan mood, meditasi atau mindfulness, agar pikiran lebih tenang dan fokus, tidur yang cukup, serta manajemen waktu yang baik, untuk menjaga keseimbangan mental dan fisik.
Selain itu, komunikasi yang terbuka dengan keluarga juga dinilai penting untuk menjaga kesehatan mental. Menurut Jaya, saling mendengarkan dan menghargai dalam lingkungan keluarga dapat memperkuat ikatan emosional serta mencegah perasaan terisolasi.
“Kemampuan kita dalam mengelola hidup dengan tenang dan membangun komunikasi yang baik, termasuk dengan diri sendiri, adalah kunci utama. Jangan biarkan diri terus terjebak dalam ketidakpuasan,” tegasnya.
Pihak Dinkes Kaltim pun berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan advokasi soal pentingnya kesehatan mental, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat secara fisik maupun psikologis. (adv/diskominfokaltim)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id