Keterbatasan guru yang ada di pedalaman atau daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal) merupakan salah satu persoalan mendasar pendidikan di Kaltim. Untuk itu, Disdikbud Kaltim berencana melakukan pemetaan, agar pemerataan pendidikan bisa tercapai.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Untuk memastikan penyebaran guru yang optimal di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim melakukan pemetaan persebaran guru. Pemetaan ini diharapkan dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah yang seringkali terabaikan.
Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan menyatakan, sebelum melakukan penempatan untuk tenaga pendidik itu, pihaknya akan melakukan pemetaan tersebut.
“Melalui pemetaan ini, kami dapat menentukan dengan cermat di mana kebutuhan guru paling mendesak,” kata Kurniawan, Kamis (9/11/2023).
Kurniawan bilang, tenaga pendidik yang ditunjuk untuk bertugas adalah mereka yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Dari informasi terkini, jumlah PPPK mencapai lebih dari 2000, dengan 1600 di antaranya telah mengikuti seleksi yang kemudian dilakukan pemetaan berdasarkan tempat tinggal mereka,” tambahnya.
Pria berkacamata itu juga menuturkan, pemetaan tidak hanya dilakukan berdasarkan formasi, tetapi juga mempertimbangkan faktor seperti kedudukan kerja dan demografi. Daerah-daerah 3T diprioritaskan dalam pemetaan, dan langkah berikutnya adalah mengoordinasikan penempatan guru berdasarkan lokasi tempat tinggal mereka.
“Kami telah merancang alat khusus untuk pemetaan persebaran guru ini, baik itu aplikasi dari kemetrian maupun Sidabora dari kami,” tuturnya.
Meski demikian, tantangan dalam penyebaran guru di daerah 3T terlihat dari banyaknya guru PPPK yang menolak dipindahkan, dengan alasan ingin tetap dekat dengan keluarga.
“Kami berusaha memahami realitas demografis dan keinginan guru, terutama terkait dengan keinginan mereka untuk tetap dekat dengan keluarga,” tandasnya. (adv/disdikbudkaltim/zul).
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id