Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 adalah upaya untuk mencapai tingkat serapan penurunan emisi karbon dari sektor kehutanan. Serta, mendorong penggunaan lahan pada tahun 2030 akan seimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili Plt. Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim Joko Istanto. Menghadiri sekaligus membuka acara Sosialisasi Subnasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030 Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/07/2022).
Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 adalah sebuah kondisi yang ingin pemerintah capai. Di mana tingkat serapan emisi GRK dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan pada tahun 2030 akan seimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi. Guna memastikan keberhasilan pelaksanaan agenda nasional tersebut, Kementerian LHK melakukan sosialisasi Rencana Operasional FOLU Net Sink pada Regional Kalimantan.
Dalam naskah sambutan Gubernur yang Joko Istanto bacakan menyampaikan. Pemprov Kaltim sangat bangga akan terlaksananya kegiatan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Melalui sosialisasi subnasional ini, Pemprov Kaltim menegaskan serius dan telah melakukan berbagai langkah dalam upaya penurunan gas rumah kaca (GRK).
“Ini meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup serta penurunan emisi melalui kegiatan peningkatan serapan karbon dengan berbagai kegiatan,” jelasnya.
Sosialisasi Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Dorong Penurunan Emisi Karbon di Kaltim
Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor Erik Teguh Primiantoro menyampaikan. Laporan Ketua Panitia Penyelenggara Sosialiasi Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 tingkat subnasional di maksudkan untuk menyampaikan kebijakan, strategi, dan rencana. Kepada seluruh masyarakat Indonesia secara langsung maupun melalui stakeholder.
Yang mana, implementasi rencana aksi mitigasi ini ingin mencapai target penyerapan emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030. Sektor kehutanan pun memiliki kontribusi terbesar sebanyak 60% dalam pemenuhan target netral karbon atau net-zero emission tersebut.
“Kami menyelenggarakan sosialisasi ini pertama di Kaltim,” ungkapnya.
Sosialisasi berlangsung secara hybrid virtual kombinasi yang menghadirkan 50 peserta secara offline dan 500 peserta zoom meeting dan live streaming. (*/adv/diskominfokaltim/tya/sul)
Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari